4 Jendral di Incar Pembunuh Bayaran di Kerusuhan 22 Mei

M2000.Jakarta – Aksi 22 mei memang tidak bisa dianggap remeh , setidaknya ada 6 orang tewas dalam keruruhan di Jakarta tersebut . Polisi sebelumnya memang sudah memperingatkan bahwa pada aksi 22 mei akan disusupi pihak-pihak yang ingin Indonesia rusuh seperti tahun 98 saat Suharto lengser .

Namun apa daya , massa yang sudah terprovokasi elite yang menggembar-gemborkan pemilu curang , dan mereka sudah tidak mengindahkan himbauan aparat keamanan bahkan setelah polisi menangkap beberapa teroris yang akan meledakkan bom di aksi 22 mei tersebut . Dan akhirnya memang terbukti , ada yang tertembak peluru tajam , padahal menurut Kapolri , anggotanya tidak menggunakan peluru tajam .

Pasca kerusuhan aksi 22 Mei di Jakarta, polisi berhasil mengembangkan kasus-kasus yang terkait.
Bahkan kini polisi berhasil mengungkap pembunuh bayaran yang akan menargetkan beberapa nama tokoh di Indonesia.
Di antaranya juga bahkan sudah dibuntuti oleh pembunuh bayaran tersebut , yaitu pimpinan lembaga survey yang memenangkan Jokowi-Maaruf lewat quick countnya .

Namun aksinya berhasil digagalkan oleh polisi.
Pembunuh bayaran itu ternyata masih berkaitan dengan peristiwa 22 Mei rusuh di Jakarta.
Satu pimpinan lembaga survei dan 4 tokoh nasional jadi target pembunuhan pembunuh bayaran. Para tersangka sudah terima Rp 150 Juta.
Pimpinan Lembaga Survei Pilpres 2019 menjadi target pembunuhan pembunuh bayaran.

Setidaknya ada satu pimpinan lembaga survei Pilpres 2019 yang sudah dibuntuti oleh pembunuh bayaran tersebut.Tersangka pembunuh itu kini ditangkap polisi beserta sejumlah barang bukti seperti senjata api laras panjang dan laras pendek beserta pelurunya serta rompi antipeluru.

Jadi, salah satu tersangka sudah beberapa kali mengintai rumah pimpinan lembaga survei itu akan dibunuh,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Pol M Iqbal seperti dikutip dari kompas.com

Menurut M Iqbal, selain pimpinan lembaga survei itu, para tersangka yang sudah ditangkap tersebut juga akan membunuh 4 tokoh nasional.

Semua ada 2 tokoh nasional yang akan dibunuh. Target sudah diberikan oleh pihak yang memesan tersebut,” ujar M Iqbal.

Setelah itu, muncul dua target tokoh nasional lagi yang akan dibunuh.
Kelompok pembunuh bayaran tersebut adalah penunggang gelap aksi 22 Mei 2019.Tujuan mereka adalah membuat kekacauan atua membuat kerusuhan setelah aksi damai yang berlangsung pagi sampai sore hari pada 21 Mei 2019.M Iqbal menambahkan, para pelaku tersebut juga telah menerima uang Rp 150 juta untuk pembelian senjata laras penjang dan senjata laras pendek.
Senjata itu dipesan dari Cipacing, Jawa Barat.”Meski ini senjata rakitan, tetapi sangat mematikan,” ujar M Iqbal.Pada kesempatan itu, polisi juga menjelaskan penangkapan enam orang tersangka terkait penjualan senjata api, rencana pembunuhan, dan kerusuhan aksi 22 Mei 2019.
Para tersangka itu juga sudah menerima perintah untuk membunuh 4 tokoh nasional dan satu orang pimpinan lembaga survei

atau quick count (hitung cepat).Keenam tersangka yang sudah ditangkap tersebut adalah HK alias Iwan, AZ, IF, TJ, AD, dan AF alias Fifi.
Keenam tersangka itu masing-masing memiliki peran berbeda.
M Iqbal dalam keterangan pers seperti disiarkan langsung oleh Kompas TV (TribunMadura.com grup) menjelaskan kronologi itu.Pada tanggal 14 Maret 2019, HK menerima uang Rp 150 juta dan TJ menerima Rp 25 juta dari seorang.
Orang itu, kata M Iqbal, sudah diketahui identitasnya dan sampai saat ini masih diburu polisi.

Tersangka TJ oleh pemberi perintah itu, diminta untuk membunuh dua orang tokoh nasional.Pada tanggal 12 April 2019
Target untuk membunuh 2 tokoh nasional belum dilaksanakan, pemberi perintah kembali meminta pembunuhan terhadap 2 tokoh nasional lainnya.

Dengan demikian, ada 4 target tokoh nasional yang akan dibunuh,” katanya.Di samping itu, pemberi target juga meminta para tersangka untuk membunuh satu orang pimpinan lembaga survei.

Rumah pimpinan lembaga survei itu sudah beberapa kali didatangi tersangka pembunuh yang sudah dikasih Rp 5 juta,” ujar M Iqbal.Aksi 22 Mei rusuh di Jakarta memang sudah disiapkan Sniper untuk Bunuh 4 Tokoh.

Dalam kesempatan itu, M Iqbal juga menjelaskan senjata api laras panjang dan senjata api laras pendek yang sudah dibeli oleh para tersangka.
Senjata api itu akan digunakan untuk membunuh para target pembunuhan, yakni 4 tokoh nasional dan 1 pimpinan lembaga survei.
Senjata laras panjang yang disita dari tersangka juga dilengkapi teropong atau teleskop.
Senjata itu biasa digunakan oleh para penembak jitu atau sniper.

Jadi, senjatanya ini memang sudah dilengkapi teleskop untuk seniper,” ujar M Iqbal.

Menurut M Iqbal, dengan terungkapnya pembunuh bayaran tersebut, berarti sudah terungkap setidaknya ada 3 kelompok pengacau yang akan menunggangi aksi 22 Mei 2019.

Jadi, kelompok yang sekarang kita rilis ini beda dengan kelompok yang sebelumnya sudah dijelaskan oleh Bapak Menkopolhukam dan Bapak Kapolri,” kata Iqbal lagi.

Sebelumnya, Menkopolhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian menjelaskan adanya kelompok yang menyelundupkan senjata ke Indonesia.
Senjata api itu dilengkapi dengan teleskop dan peredam suara yang biasa digunakan oleh sniper.
Selain itu, kelompok lainnya adalah kelompok teroris yang sudah ditangkap polisi sebelum unjuk rasa pada tanggal 21-22 Mei 2019.
Para tersangka teroris itu sudah bilang ingin manfaatkan momentum demokrasi untuk beraksi. Demokrasi menurut paham mereka itu kafir,” kata M Iqbal.
Jadi ada tiga kelompok penunggang gelap aksi 22 Mei 2019,” tambah M Iqbal.Kalau sudah kejadian begini , 6 nyawa melayang , siapa yang harus bertanggung jawab.

Kasihan mereka menjadi korban kepentingan para elite dan tentunya juga pihak keluarga yang ditinggalkan .Semoga tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia , mau jadi apa negri ini ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s