Ini Dia Warteg 700 ribu Yang Lagi Viral

M2000.Tegal – Saat dalam perjalanan yang melelahkan , memang asiknya berhenti sejenak dan makan di warteg , karena selain mudah ditemukan harganya pun sangat terjangkau untuk siapapun .

Seafood menjadi makanan favorit orang Indonesia. Warung seafood banyak tersebar di berbagai daerah mulai dari restoran mewah hingga warung lesehan .Untuk satu porsi makanan seafood untuk satu orang di warung lesehan, biasanya hanya membutuhkan Rp 50 ribu.

Namun nasib apes menimpa seorang pria di Tegal Jawa Tengah, pada Senin (27/5/2019).
Seorang pria memutuskan untuk makan di warung lesehan di daerah Slawi bersama dengan temannya.
Dirinya memesan nasi, cah kangkung, dan seporsi cumi, uang yang harus dikeluarkan pun tidak masuk akal, yakni Rp 220 ribu.

Tidak adanya daftar harga di warung lesehan ini, menjadi faktor dirinya harus membayar mahal.
Pria tersebut sempat merekam percakapannya dengan penjual. Pembeli mengeluhkan mahalnya harga yang dipatok oleh penjual.
Tak hanya satu pelanggan, ternyata ada pelanggan lain yang terkena apes karena ditarik harga Rp 700 ribu oleh penjual yang sama.

Kisah apesnya dibagikan di Facebook, lalu dibagikan ulang oleh akun Instagram @makassar_iinfo, dan menjadi viral
.
Akun Facebook Tije Uyee Slalu, menceritakan kronologinya

Acc min, pan melu ngeluh, jebule ning daerah Slawi ana pedagang sing galak, pan bada nembak harga,”

Lesehan pertigaan lampu merah, tugu poci Slawi. mangan kepiting 1 porsi udang/cumi, segane siji, es tehe 2, total e 700rb,”

Kecewa, kaya mangan ning hotel berbintang bae, padahal tah pinggire dalan, isine debu jalanan, dana sing ngalami ora lur,” tulis akun Tije.

Dikutip dari Tribunjateng.com , ternyata warteg tersebut milik Anny (42), warga asal Malang, Jawa Timur.

Dia mengaku hanya bisa berpasrah diri menerima berbagai hujatan karena dianggap ‘menembak harga’ di momen-momen tertentu, seperti musim mudik Lebaran saat ini.

Ya, saya mah pasrah. Saya sudah 10 tahun jualan di sini. Pada 2-3 tahun lalu sempat viral kayak gini juga, tapi saya tetap menjaga harga tersebut karena ada rupa ada harga,” cetus Anny didampingi sang suami Sopikhin kepada Tribunjateng.com.

Dia membenarkan bahwa masakan dan dagangan yang dijualnya tidak murah, terlebih masakan seafood.

Sebab, Anny mengklaim bahan-bahan yang dibelinya tidak sembarangan alias berkualitas super.

Ada rupa, ada harga. Kami dapat kepiting dari pasar saja harganya bisa Rp 175 ribu hingga Rp 225 ribu per kilogram. Kami pakai jenis kepiting telur dan udang windu yang terkenal besar-besar. Semua fresh, barang-barang dari laut,” ucap Anny menggerutu.

Kemudian Anny juga biasa membeli jenis udang windu besar di pasaran seharga Rp 150 ribu per kilogram.

Dia memperoleh barang-barang itu di Pasar Cinde, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Kalau dari pasarnya saja mahal, ya jelas kami juga akan jual mahal. Ini aneh saja, saya sudah bertahun-tahun jual di sini. Tapi malah baru viral bahkan dihujat baru-baru ini,” Anny menyayangkan.

Disinggung postingan viral yang diunggah pada Selasa (28/5/2019), dia sangat menyayangkan sikap pembeli.

Dia bercerita, pembeli tersebut membeli beraneka ragam seafood seperti udang, cumi, dan kepiting untuk porsi dua orang.

Kala itu, suami Anny menghidangkan masakan udang windu, kepiting telur, dan cumi yang dilihatnya besar-besar untuk porsi dua orang.

Usai menyantap dan hendak beranjak, Anny menghitung total harga yang harus dibayar pembeli yakni sebesar Rp 700 ribu.

Kepiting yang kami hidangkan itu beratnya sampai 2 kilogram sehingga harganya menyesuaikan bobot barang. Namun, pembeli tak punya uang sebanyak itu. Akhirnya kami potong untuk membayar Rp 300 ribu saja,” cerita Anny.

Singkat cerita, pengalaman pembeli tersebut lalu diposting ke Facebook hingga akhirnya viral di sosial media.

Padahal sudah kami potong setengah harganya, malah tidak tahu terima kasih. Semisal pembeli itu membayar total Rp 700 ribu, baru saya ikhlas dikeluhkan di sosial media. Masalahnya, dia sudah dipotong harganya tapi malah seperti itu,” sebut Anny kian kesal.

Dari viralnya warung ini, dia mengaku sempat didatangi dan dimintai keterangan oleh dinas terkait.

Kata Anny, dinas terkait datang atas instruksi Bupati Tegal yang ingin lebih lanjut mengetahui ihwal viralnya kejadian ini.

Satpol PP tadi siang datang. Namun, kami tetap tegaskan ‘ada rupa, ada harga’. Dari dahulu, kami memang menjual dengan harga segini. Kami tidak main tembak harga seperti yang disangkakan orang lain,” tegasnya.

Ya , itukan kata pedagangnya , tapi kalau kata pembeli dan tidak hanya satu atau dua pembeli mengatakan harganya terlalu mahal tentunya ada yang tidak beres . Sekali lagi orang makan ke warteg itu karena identik dengan harga yang terjangkau , kalau mahal ya ngapain ke warteg , mending ke restoran saja yang jelas-jelas harganya dan tidak merasa di bohongin . Logika sederhana kan ?…diwaktu mudik duit 700 ribu itu bisa untuk bayar tiket tol Jakarta-Solo tante .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s