Ternyata Yahudi Punya Tradisi Qurban

Masshar2000.com – Salah satu hari besar umat islam adalah idul adha atau idul qurban , dimana disini juga ada musim haji dan penyembelihan qurban oleh shohibul qurban .

Qurban adalah sunah nabi Muhammad yang awalnya dari nabi Ibrahim yang diperintah Allah untuk menyembelih nabi Ismail yang kemudian oleh Allah digantikan dengan seekor domba .

Tahukah kamu , selain Islam,prosesi Qurban juga dilakukan oleh umat Yahudi. Kurban (Ibrani: “pengorbanan” קרבן, qorban; atau bentuk jamak: Korbanot קרבנות, qorbanot; Arab: قربان‎), dalam Yudaisme adalah istilah untuk pengorbanan yang dideskripsikan dan diperintahkan dalam Taurat.

Korban yang biasa dikorbankan adalah binatang, seperti domba atau kerbau, dan sering dimasak dan dimakan oleh pemberi persembahan, dengan sebagian diberi ke Kohanim dan sebagian dibakar ke mezbah (altar). Buah-buahan, dupa, dan serealia juga dapat dikurbankan.

Dalam bahasa Ibrani kata benda _korban (atau qorban)_ digunakan untuk menyebut berbagai persembahan yang diperintahkan dalam Alkitab Ibrani. Penggunaan paling umum secara tradisional adalah “persembahan korban binatang” (zevah זֶבַח), atau “persembahan pendamaian”, dan “persembahan korban bakaran” (olah).

Persembahan semacam itu dulu biasanya dilakukan oleh para Imam (Kohen) pada Bait Suci di Yerusalem. Praktik ini dilakukan sampai Bait Salomodi hancurkan, dan dilanjutkan kembali pada saat Bait Kedua berdiri, dan kemudian berakhir ketika bait itupun dihancurkan pada tahun 70 M. Secara tidak resmi dilakukan kembali pada saat Perang Yahudi-Romawi pada abad ke-2 M, dan selanjutnya di komunitas-komunitas tertentu. Yudaisme Rabbinik tetap berpegang bahwa Taurat mengizinkan pelaksanaan hukum Yahudi tanpa pengorbanan binatang berdasarkan tradisi oral dan dukungan kuat dari Kitab Suci, misalnya Mazmur 51:16-19 dan Hosea 6:6.

Namun, praktik dan hakikat pengorbanan terus mempunyai relevansi dalam 613 mitzvot, teologi Yudaisme dan halakha (hukum-hukum Yahudi), terutama dalam Yudaisme Ortodoks. Menurut persepsi Yahudi kedatangan Mesias tidak menghapuskan persyaratan untuk memelihara seluruh 613 perintah.

Dan tahukah kamu , tujuan dari Kurban Yahudi ini berbeda dengan doktrin umum sejumlah kelompok Kristen mengenai Perjanjian Lama bahwa korbanot adalah untuk dosa, penggunaannya jauh lebih kompleks hanya sejumlah korbanot dalam keadaan terbatas yang sangat jarang digunakan untuk mendamaikan dosa yang tidak disengaja, dan korban ini hanya mengiringi inti penggunaan pendamaian yang penting untuk dapat dianggap sah. Di luar hal itu, lebih banyak tujuan mempersembahkan korban, terutama secara murni, untuk berhubungan dengan Allah dan menjadi lebih dekat kepada-Nya. Juga dipersembahkan untuk tujuan pujian, syukur, dan kasih kepada Allah.

Library : @Rabbanians.id

View this post on Instagram

Selain Islam,prosesi Qurban juga dilakukan oleh umat Yahudi. Kurban (Ibrani: "pengorbanan" קרבן, qorban; atau bentuk jamak: Korbanot קרבנות, qorbanot; Arab: قربان‎), dalam Yudaisme adalah istilah untuk pengorbanan yang dideskripsikan dan diperintahkan dalam Taurat. Korban yang biasa dikorbankan adalah binatang, seperti domba atau kerbau, dan sering dimasak dan dimakan oleh pemberi persembahan, dengan sebagian diberi ke Kohanim dan sebagian dibakar ke mezbah (altar). Buah-buahan, dupa, dan serealia juga dapat dikurbankan. . Dalam bahasa Ibrani kata benda _korban (atau qorban)_ digunakan untuk menyebut berbagai persembahan yang diperintahkan dalam Alkitab Ibrani. Penggunaan paling umum secara tradisional adalah "persembahan korban binatang" (zevah זֶבַח), atau "persembahan pendamaian", dan "persembahan korban bakaran" (olah). . Persembahan semacam itu dulu biasanya dilakukan oleh para Imam (Kohen) pada Bait Suci di Yerusalem. Praktik ini dilakukan sampai Bait Salomodi hancurkan, dan dilanjutkan kembali pada saat Bait Kedua  berdiri, dan kemudian berakhir ketika bait itupun dihancurkan pada tahun 70 M. Secara tidak resmi dilakukan kembali pada saat Perang Yahudi-Romawi pada abad ke-2 M, dan selanjutnya di komunitas-komunitas tertentu. Yudaisme Rabbinik tetap berpegang bahwa Taurat mengizinkan pelaksanaan hukum Yahudi tanpa pengorbanan binatang berdasarkan tradisi oral dan dukungan kuat dari Kitab Suci, misalnya Mazmur 51:16-19 dan Hosea 6:6. Namun, praktik dan hakikat pengorbanan terus mempunyai relevansi dalam 613 mitzvot, teologi Yudaisme dan halakha (hukum-hukum Yahudi), terutama dalam Yudaisme Ortodoks. Menurut persepsi Yahudi kedatangan Mesias tidak menghapuskan persyaratan untuk memelihara seluruh 613 perintah. TAG KAWANMU BIAR BANYAK YANG TAHU DAN SILAHKAN DI SHARE! Nonton selengkapnya di channel Rabbanians ID. #yahudi #agamayahudi #faktayahudi #zionisisrael #zionisyahudi #yahudiortodok #faktaagama #faktaagamayahudi

A post shared by Zulfan Afdhilla (@zulfanafdhilla) on

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s