Bagaimana Hukumnya Mengharap Rezeki Tanpa Berikhtiar ?

Assallamu’allaikum mass-miss sadayanaMasshar2000.com – Kita tentu sering mendengar dan bahkan sering mengatakan ” rejeki sudah ada yang mengatur “.Ya , dipersepsi orang banyak , biasanya hal itu diucapkan oleh orang-orang yang gagal dan sangat jarang kita dengar dari orang-orang sukses , kalau jaman sekarang orang sukses akan mengatakan ” Rejeki anak sholeh ” , kenapa ?
Karena biasanya setelah kita berusaha dan gagal kita akan tetap menyemangati diri kita dan banyak kasus orang yang lebih dekat dengan Allah adalah orang-orang yang gagal . Begitu dekatnya kita kepada Allah dan sering mengadu saat susah , setelah suksek banyak yang melupakan nikmatNya dan banyak yang terjerumus dalam dosa , misalnya hartanya untuk berfoya-foya , judi , “jajan diluar ” dsb .Lantas bagaimana dengan istilah Rejeki ada yang ngatur .Siapa yang mengaturnya? Allah. Baiklah. Tapi bagaimana Allah mengatur rezeki? Ini menarik.Ada kasus , anda sudah duduk di meja makan, dengan hidangan tertata di atas meja. Apakah itu rezeki Anda? Belum. Anda harus berikhtiar, memasukkannya ke piring, lalu menyuapnya ke mulut Anda, kunyah, lalu telan. Barulah hidangan tadi menjadi rezeki Anda.Bayangkan jika anda mendiamkannya , apakah anda akan kenyang dengan melihat orang lain makan ?Artinya, Allah memberi rezeki kepada yang mengikhtiarkannya , jika ada kesempatan segera ambil , jika belum ada kesempatan usahakan lagi sampai kita memperoleh kesempatan itu . Berikhtiar mencari rezeki (karunia) Allah itu adalah perintah-Nya. Orang yang mengharap rezeki tanpa berikhtiar, itu menyalahi perintah Allah , berhasil tidaknya sebuah usaha itu bukan urusan kita kalau kita sudah memperjuangkannya , inilah yang namanya Rejeki sudah ada yang mengatur .Jadi apa konteksnya ungkapan bahwa rezeki itu diatur oleh Allah?
Konteksnya, jangan mencari rezeki dengan cara-cara yang dilarang oleh Allah. Misalnya dengan mencuri, menipu, atau menzalimi orang. Konteks kedua, jangan mencari rezeki sampai lupa pada Allah. Jangan jadikan harta sebagai tujuan hidup.Ungkapan di atas sering disalahgunakan oleh orang yang enggan bekerja. Orang yang enggan berusaha untuk memperbaiki hidup. Ia berprinsip, rezeki ada yang mengatur. Jadi, kalau ia miskin, artinya yang mengatur rezeki dia anggap tidak memberinya rezeki. Itu pandangan yang keliru.Ada juga orang yang tidak berhitung dalam membelanjakan uang. “Ntar ada aja rezeki lagi, kan Allah yang ngatur,” katanya .
Itu salah juga. Dalam mencari rezeki kita wajib berikhtiar. Dalam menjaga dan mengelola rezeki yang sudah kita dapat, juga harus dengan ikhtiar. Tanpa ikhtiar, sebanyak apapun harta dan uang kita, akan habis tanpa keperluan yang jelas…Tidak ada mukmin yang boros dan suka menghambur-hamburkan uang karena mereka tahu boros adalah sahabat setan .
setan akan selalu mempengaruhi setiap orang untuk berlaku boros , menghambur-hamburkan uang , berfoya-foya sehingga orang semakin jauh dan melupakan Tuhannya .
Artinya harta benda melimpah itu bukan selalu menjadi berkah , bisa saja itu ujian .Ingat, mengelola harta, membelanjakannya dengan bijak, itu bagian dari sikap bersyukur pada Allah. Ada banyak orang yang mendapat harta tanpa perlu bekerja keras, misalnya dari warisan orang tua mereka. Tidak sedikit dari mereka yang kemudian jatuh miskin, karena tidak pandai mengelola. Mereka tidak cukup berikhtiar dalam menjaga rezeki dari Allah.Jadi, mengelola uang, membelanjakannya dengan bijak itu wajib. Tidak bisa kita bersikap masa bodoh, mengaggap Allah pasti akan memberi kita rezeki lagi. “Jangan kau jadikan tanganmu mencekik lehermu, jangan pula kau ulurkan seluas-luasnya, belanjakanlah sedang-sedang saja.” Itu panduan dari Quran.Tapi bukankah Allah juga menjanjikan rezeki yang sifatnya tak terduga?
Iya. Itu janji untuk orang bertakwa. Sebaiknya jangan terlalu percaya diri mengira diri kita sudah masuk dalam golongan itu. Lagipula, itu wilayah misteri yang kita tidak bisa mengikhtiarkannya. Fokuslah pada wilayah yang bisa kita ikhtiarkan. Yang merupakan wilayah keputusan mutlak dari Allah, biarlah Allah yang mengaturnya.Itu namanya faktor tak terduga. Jangan rencanakan hidup berbasis pada faktor tak terduga, padahal yang bisa kita duga, bisa kita hitung, sangat banyak.Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…Artikel ini disadur dari fb : kang h idea dadm disumting oleh admin masshar2000

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s