Hukum Jual Beli di Masjid

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

Masshar2000.com – Jual beli adalah amaliayah bukan ibdah dan islam tidak pernah mengharamkam jual beli dengan penganut agama lain.
Namun bagaimana jika jual beli itu dilakukan didalam masjid atau malah ada yang beranggapan agar jual belinya mendapatkan berkah ?

Tentu tidak sedikit umat yang melakukannya walaupun tidak banyak juga yang melakukannya.
Untuk menjawab semua itu mari kita uraikan satu-satu secara ringkas agar mudah dipahami.

Diantara hukum jual beli yang tidak dianjurkan atau bahkan ada yang menyebutkan haram adalah jual beli dimasjid.
Karena masjid adalah pasar akhirat yang pembangunannya bertujuan untuk mencari keuntungan akhirat, seperti mendirikan sholat, dzikir kepada Allah menuntu ilmu dan ibadah–ibadah lainnya, sehingga harus dijauhkan dari perkara- perkara yang berbau dunia.
‘Atha bin Yasar ketika mengetahui ada yang berjualan di masjid, beliau berkata:

عَلَيْكَ بِسُوقِ الدُّنْيَا، فَإِنَّمَا هَذَا سُوقُ الآخِرَةِ

“Pergilah ke pasar dunia, karena tempat ini (masjid) adalah pasar akhirat”.
(HR. Malik : 483).

Hukum Jual Beli di Dalam Masjid

Terdapat larangan jual beli dalam beberapa hadits -hadits rasulullah ﷺ, diantaranya:

عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الشِّرَاءِ وَالْبَيْعِ فِي المسجد

“Dari ‘Amru bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang berjual beli di masjid”
(HR. Abu Dawud : 1079, dan dinyatakan hasan oleh syaikh albany).

Di dalam hadits yang lain rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا رَأَيْتُمْ مَنْ يَبِيعُ أَوْ يَبْتَاعُ فِي الْمَسْجِدِ فَقُولُوا : لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ

“Jika kalian melihat ada orang berjual beli di dalam masjid, maka katakanlah; Semoga Allah tidak memberi keuntungan kepada barang daganganmu.
(HR. Tirmidzi :1321, dan dinyatakan shohih oleh syaikh Albany).

Terjadi silang pendapat di kalangan para ulama, apakah larangan tersebut dibawa kepada keharaman atau bersifat makruh.
Imam ibnu Rajab berkata:

وحكى الترمذي في جامعه قولين لأهل العلم من التابعين في كراهة البيع في المسجد. والكراهة قول الشافعي وأحمد وإسحاق، وهو عند أصحابنا كراهة تحريم، وعند كثير من الفقهاء كراهة تنزيه

“Tirmidzi membawakan dalam kitab jami’nya dua perkataan ahli ilmu dari kalangan tabi’in dalam permasalahan makruhnya jual beli di masjid. Adapun makruhnya (jual beli) adalah pendapat Syafi’I, Ahmad dan Ishaq, dan menurut ulama madzhab kami (madzhab hambali) hukumnya haram, sedangkan menurut mayoritas ulama hukumnya makruh.”
(Fathul Baari : 3/347).

Adapun dari dilihat dari sisi sah atau tidaknya akad jual beli yang terjadi di dalam masjid, maka mayoritas ulama mengatakan akad tersebut sah bahkan sebagian ulama menukilkan ijma’ akan hal ini.
Ibnu Bathal berkata:

وقد أجمع العلماء أن ما عقد من البيع فى المسجد أنه لا يجوز نقضه، إلا أن المسجد ينبغى أن يجنب جميع أمور الدنيا

“Ulama bersepakat bahwa akad jual beli yang terjadi di masjid tidak boleh dibatalkan, hanya saja masjid seharusnya dijauhi dari semua perkara-perkara keduniaan.”
(Syarh shohih Bukhari : 2/105).

Dari pemaparan di atas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pada asalnya transaksi jual beli di dalam masjid terlarang namun apabila dilakukan maka akadnya sah, hanya saja para ulama berbeda pendapat apakah larangan tersebut menunjukan keharaman atau makruh.

Namun yang harus diperhatikan seorang mukmin adalah adabnya tatkala berada di rumah Allah, dan keberkahan dari perdagangannya bukan sekedar keuntungan duniawi, dan takut akan doa rasulullah ﷺ untuk orang yang melakukan transaksi jual beli di masjid:

لَا أَرْبَحَ اللَّهُ تِجَارَتَكَ

“Semoga Allah tidak memberi keuntungan kepada barang daganganmu”

Wallahu a’lam.

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…

Ditulis oleh: Ustadz Muhammad Ihsan حفظه الله (Kontributor bimbinganislam.com)
Editor : masshar2000

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s