Najis Itu Adalah Dirimu ( Kisah Anjing dan Ulama )

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

Masshar2000.com – Mungkin banyak yang sudah mendengar kisah ini , tapi tidak tahu asal muasal kisahnya .
Silahkan disimak baik-baik dan ambil hikmahnya

“NAJIS ITU ADALAH DIRIMU”

Siapa Yang Tidak Kenal Abu Yazid Al-Busthami, Beliau Adalah seorang Syekh yang alim dijamannya.
Namun Siapa Sangka Beliau Pernah Mendapat Ilmu Yang Sangat Berharga Dari Seekor Anjing Di Tepi Jalan.

Seperti Biasa, Abu Yazid Al-Busthami Suka Berjalan Sendiri Di Malam hari. Lalu Dia Melihat Seekor Anjing Berjalan Terus Ke Arahnya, Anjing itu dengan Bersahaja berjalan dan tidak menghiraukan Sang Syeikh. Namun Ketika Sudah Hampir Dekat, Al-Busthami Mengangkat Jubahnya Kuwatir Tersentuh Sang Anjing Yang Katanya Najis itu.

Spontan anjing itu pun berhenti dan terus memandangnya. Entah bagaimana Abu Yazid seperti mendengar seakan anjing itu berkata padanya; “Hai syekh… Tubuhku kering dan Tidak akan menyebabkan najis padamu. Kalau pun engkau itu merasa terkena najis, Engkau tinggal basuh 7 Kali dengan air dan tanah, maka najis itu akan hilang. Namun jika engkau mengangkat jubahmu karena menganggap dirimu yang berbaju dan berbadan manusia itu merasa lebih mulia, dan menganggap diriku yang berbadan anjing ini najis dan hina, maka najis yang menempel di hatimu itu tidak akan bisa bersih walaupun engkau membasuhnya dengan 7 samudera lautan”.

Abu Yazid tersentak dan minta maaf pada sang anjing. Sebagai tanda permohonan maafnya yang ikhlas, Dia Pun Lantas Mengajak sang anjing itu untuk bersahabat dan berjalan bersama. Tapi si anjing itu menolaknya dan seraya berkata : “Engkau tidak patut berjalan denganku, kerana mereka yang memuliakanmu akan mencemohmu dan melempari aku dengan batu.

Aku tidak tahu mengapa mereka menganggapku begitu hina, padahal aku berserah diri pada sang Pencipta atas wujudku yg seperti ini. Lihatlah….. !! aku juga tidak menyimpan dan membawa sebuah tulangpun, sedangkan engkau masih menyimpan sekarung Gandum”, Lalu anjing itu pun berjalan meninggalkan Abu Yazid Yang masih terbengong.

Abu Yazid masih terdiam, dalam hatinya menggumam : “Duhai Allah, untuk berjalan dengan seekor anjing ciptaan-MU saja aku tidak kayak, bagaimana aku merasa layak berjalan bersama dengan-MU, ampunilah aku dan sucinya hatiku dari pada najis hatiku ini.”

Dalam kisah ini , kita dapat mengambil hikmah bahwa kita tidak boleh menghina semua makluk ciptaanNya apalagi memusuhinya sampai-sampai membunuhnya hanya karena itu binatang haram .
Semua berhak hidup karena tidak mungkin ada ciptaan Allah yang sia-sia .

Tentu anda juga tahu kisah tentang seorang wanita nakal yang memberi minum anjing dan akhirnya masuk surga .
Ya , kita tidak tahu amalan apa yang akan memasukkan kita kedalam surga .
Yang perlu di garis bawahi adalah ” bukan karena ibadah kita yang memasukkan kita kedalam surga , tapi rahmat Allah lah yang akan memasukkan kita kedalam surganya “.
Jadi setelah kita beribadah , berdoalah meminta rahmat dari Nya .

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s