Fenomena Cendol Dawet Abah Lala 86

Masshar2000.Com – Arah musik dangdut tanah air sepertinya sudah mulai bergeser lagi . Dari yang dulu dangdut melayu yang mendayu-dayu yang dibawa sang raya dangdut dan para menterinya , di awal tahun 2000 mulai bergeser ke arah dangdut koplo yang dibawa inul dan kawan-kawan dari Jawa Timur . Kini sepertinya mulai bergeser lagi ke dangdut Jawa yang dipelopori Didi Kempot .

Didi kempot sang maestro tembang jawa sebenarnya sudah malang melintang di pertengahan tahun 90an , namun belum ngehit secara nasional dan disukai semua orang .

Kini di usianya yang sudah setengah abad , nama Didi Kempot bersinar terang di seantero tanah air setelah lagu Pamer Bojo Cendol Dawet sukses meracuni anak-anak muda yang patah hati .
Didi pun di juluki The Lord of Broken Heart atau bapaknya patah hati dan punya fans militan yang bangga disebut sobat ambyar.

Tapi tahukah kamu , dibalik sukses lagu Pamer Bojo ada cendol dawet yang ikut melambungkan lagu tersebut karena terkesan unik .

“Cendol dawet, cendol dawet seger, 500an, gak pakai ketan”, begitulah bunyi jargon fenomenal di musik dangdut.

Adalah sosok Abah Lala pedangdut asal Boyolali kelahiran 1986 itu yang disebut sebagai pencetus jargon ‘Cendol Dawet’ yang juga kerap dilontarkan penyanyi dangdut.

Lalu bagaimana asal mula jargon tersebut tercipta?

Jargon ‘Cendol Dawet’ belakangan ini sering terdengar di belantika musik dangdut.Dari anak-anak hingga orang tua menyukai jargon yang tergolong unik itu.
Bahkan kalangan artis seperti Ayu Ting Ting, Soimah, dan Didi Kempot kerap melontarkan jargon tersebut kala mereka manggung.
Lantas siapa sosok pencipta jargon ‘Cendol Dawet’ tersebut?

Nama Abah Lala disebut-sebut sebagai pencetus jargon tersebut.
Diketahui, Abah Lala merupakan penyanyi dangdut asal Boyolali yang memiliki sebuah grup MG 86.
Sama seperti artis-artis dangdut lainnya, Abah Lala meniti karir dari panggung ke panggung.

Namanya pun kini sudah dikenal luas di Tanah Air.
Pria bernama asli Agus Purwanto itu diketahui sudah mulai kerap diundang dan tampil di televisi swasta.
Dilansir TribunStyle melalui Warta Kota Abah Lala dikabarkan masuk dalam managemen Cita Citata.
Menjajal peruntungan sebagai produser, Cita Citata mencoba mengorbita Abah Lala untuk siap maju bersaing di belantika musik dangdut.

Dilansir melalui akun YouTube Abah Lala86, pria kelahiran 24 Oktober 1986 ini menceritakan bagaimana awal mula terciptanya jargon cendol dawet.

Ia pun tak menyangka jika akan bisa terkenal seperti sekarang.
“Dulunya pertama jargon dangdut ki rusuh-rusuh (kotor-kotor) masak ditirukan anak kecil adikmu mau bilang yang kotor-kotor?” ungkapnya dalam bahasa Jawa.
“Pada suatu waktu pagi-pagi Sulis cendol dawet dulu, dimana di rumah, cuma 500an yang dijual di tukang sayur”
“Nah dari kata-kata itu sering-sering, terus kita untuk menepis senggaan yang saru-saru yang mudah diingat anak-anak dan bila diucapkan tidak dosa dan bisa seru,” cuap Abah Lala.
Cendol dawet, cendol dawet seger 500an gak pake ketan.” begitu bunyi jargon cendol dawet.

Sebagai musisi, Abah Lala ternyata sudah menciptakan kurang lebih 15 lagu.
Antara lain yang terkenal seperti, Gede Roso, Dewe Dewe, dan Wong Edan Bebas.
Lagu-lagu ciptaannya pun banyak di cover penyanyi dangdut lain.

Berapa investasi yang dikeluarkan pedangdut Cita Citata (25) untuk membangun manajemen artis dan label musik ChorusPro itu?
Cita Citata menjawab pendek, “Lumayan!” Angka rupiahnya sengaja tidak disebutkan Cita Citata.
Baginya, membangun usaha pertamanya di industri musik Indonesia itu hanya perlu hati dan keikhlasan.

“Investasinya lumayan. Tapi yang paling penting adalah hati,” kata Cita Citata berbincang di kawasan Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (17/9/2019).

Menurut Cita Citata, apapun kegiatan dan pekerjaan yang dilakukan tulus menggunakan hati, akan dijalaninya ikhlas dan senang.
“Kalau sudah passion, pasti nggak akan terasa meskipun keluar uang banyak. Namanya berkreasi dan berkarya itu tanpa batas” jelas Cita Citata.

Manajemen artis dan label musik ChorusPro itu didirikannya bukan karena Cita Citata ingin pensiun dari musik dangdut.

“Cita masih ingin terus bernyanyi. Pensiun? Belum kepikiran kesana dan masih ingin terus berkarya,” kata Cita Citata.

Cita Citata butuh waktu sampai satu tahun untuk menyiapkan manajemen artis dan label musiknya bernama ChorusPro.

Sebagai langkah pertama, Cita Citata mengenalkan beberapa penyanyi baru yang bergabung bersama manajemen artis dan labelnya tersebut.

Ada Desy Thata dan Abah Lala yang masing-masing menyanyikan single berjudul Sadar Diri dan Gede Roso.
“Persiapan membuat manajemen artis dan label musik ChorusPro butuh waktu satu tahun,” kata Cita Citata.

Melestarikan Dangdut

Sebelum memberanikan diri mengelola usaha tersebut, Cita Citata sampai harus merenung selama satu bulan.
Lewat manajemen artis dan label musik ChorusPro yang dikelolanya itu Cita Citata punya mimpi untuk melestarikan musik dangdut.
“Kalau bukan kita yang melestarikannya, lalu siapa lagi,” jelas pedangdut bernama asli Cita Rahayu tersebut.

Meski sepintas terlihat mudah dan tak begitu lama menyiapkannya, Cita Citata tetap menemui kesulitan.
Sebab mengelola usaha manajemen artis dan label musik ChorusPro itu baru pertama kali dilakoninya.
Belum lagi perbedaan genre musik dua pedangdut yang bernaung dibawah label musiknya tersebut dengan musik yang dinyanyikan Cita Citata.

“Aku kan orang Sunda dan mereka (Abah Lala dan Desy Thata) genre musiknya dangdut yang khas Jawa. Itu saja sudah susah. Tapi untungnya Cita punya tim luar biasa,” ujarnya.

View this post on Instagram

Special T0. CB indonesia.

A post shared by ABAH LALA 86 (@abahlala_86) on

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s