Makna Bener dan Pener

Masshar2000.com – Kita tentu pernah membagikan tautan atau berita yang ternyata itu hoax .
Mungkin kita tidak ada niatan untuk menyebarkan hoax , tapi karena niatan kita yang ingin membagikan berita ke teman-teman medsos itu saja.Dan itu biasanya adalah berita yang masih baru dan viral .

Kita memang perlu kehati-hatian dalam hal yang satu ini , bagaimanapun tetap akan salah jika kita sudah terlanjur membagikannya .

Namun bagaimana jika itu dilakukan atas dasar kesengajaan.
Ada yang mengatakan , “Yang penting niatannya untuk membantu sesama…”.

Pernyataan tersebut lantas membuat saya teringat sebuah wejangan dari salah seorang guru. Ia berpesan jika berbuat sesuatu itu tidak sekedar bener, tetapi juga ‘pener‘seperti pepatah jawa ” bener durung mesti pener , yen pener mesti bener “

Saya sendiri tidak mampu mendefinisikan kata ‘pener‘ ini secara sempurna. ‘Pener‘ dalam bahasa jawa yang saya pahami adalah sebuah kebenaran yang memiliki tingkat presisi yang cukup tinggi terhadap faktor-faktor lainnya.

Benar sejatinya bukan puncak dari berbagai dialektika sosial. Pada kenyataanya kita sering diperhadapkan pada kondisi di mana dituntut tidak hanya bener atau salah.

Ada dimensi lain yang juga mengiringi setiap peristiwa. Selain bener-salah, kita akan diperhadapkan pada pantas atau tidak pantas, wagu atau tidak, indah ataukah jelek, mudharat atau manfaat dan lain sebagainya.

Jadi, saya selalu menempatkan kebenaran bukanlah puncak dari segala hal. Meskipun sering saya tempatkan sebagai pusat grafitasi atas segala hal.

Dalam kebudayaan jawa, sesuatu tidak sekedar ditakar dari benar dan salah. Jawa memiliki ‘pener‘ yang levelnya lebih tinggi dibandingkan bener.

Jawa juga memiliki istilah ‘mpan papan‘ yang juga mirip atau serupa dengan ‘pener‘. Mpan papan ini sebuah idomatik mengenai peristiwa, benda atau keadaan yang posisinya tepat dengan kondisi yang ada.

Meletakan sepatu di kaki, topi di kepala itu mpan papan. Semahal-mahalnya harga sepatu, ia menemukan derajat tertingginya ketika dipakai di kaki, bukan di kepala. Topi juga demikian, seindah-indahnya topi, ia akan kehilangan martabatnya sebagai topi jika ditaruh di pantat.

Jadi makna bener dan pener , jika di tarik kesimpulan sederhananya adalah melakukan kebenaran sesuai keadaan , kalau orang sekarang menyebutnya ” sadar sikon “.

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s