Masshar2000.com – Perjalanan spiritual para nabi dalam mengenalkan Allah kepada umatnya memang cukup menarik untuk disimak dan dipelajari , bahkan ada yang cukup spektakuler seperti perjalanan kelangit nabi Muhammad dalam isqa’ mi’raj , juga ada nabi Musa yang dengan tongkatnya bisa membelah laut .

Kedua kisah besar itu sepertinya tidak masuk akal , tapi memang begitulah adanya , cara Allah menggambarkan langsung kebesarannya kepada manusia diatas muka bumi .

Kali ini , ada kisah yang tak kalah menariknya .
Dikisahkan dalam Alquran, perjalanan Nabi Ibrahim AS melawan Raja Namrud yang kejam dan mengingkari keesaan Allah SWT. Ketika Nabi Ibrahim AS berusia 10 tahun, Dia sudah mendesak orang-orang untuk menyembah Allah SWT. Suatu hati, Ibrahim memasuki kuil berhala dan tidak ada seorangpun waktu itu lalu Dia pun menghancurkan semua berhala kecuali berhala terbesar dan melatakkan kapak di pangkuan berhala.

Ketika para Imam memasuki kuil, mereka kemudian sangat marah dan melihat Nabi Ibrahim, mereka menuduhnya sebagai penista. Tetapi nabi Ibrahim mengatakan bahwa telah terjadi pertengkaran antara para dewa dan berhala yang lebih besar telah menghancurkan berhala lainnya. Merasa dibohongi, Raja Namrud yang berkuasa, lalu menyiapkan tungku yang besar dan membara kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim untuk segera dimasukkan ke dalam tungku.

Tunggu itu sangat panas sehingga tidak ada yang berani cukup dekat untuk melaksanakan perintah Raja Namrud. Dalam keadaan kaki dan tangan terkat, Nabi Ibrahim akhirnya dilemparkan ke dalam api.
Dalam kisah ini pula diceritakan ada sekumpulan semut yang berusaha membawa beberapa tetes air untuk ikut memadamkan api yang hendak membakar nabi Ibrahim . Dan ada juga sekumpulan cicak yang berusaha meniup-niup api supaya membakar nabi Ibrahim .

Konon , si cicak bertanya kepada semut , buat apa membawa setetes air untuk memadamkan api ya sebesar itu , namun si semut berkata ” Bukan masalah bisa memadamkan api atau tidak , tapi ini menunjukkan , kita ada di pihak mana ” .

Tetapi walaupun nabi Ibrahim tetap dilemparkan ke dalam kobaran api , namun Allah kembali menunjukkan kebesarannya , Allah menyelamatkan sehingga Ia merasa api itu sejuk seperti disiram air. Nabi Ibrahim pun keluar tanpa terluka, tetapi Raja Namrud kemudian mengatakan bahwa Dia harus melihat Tuhan yang diyakini Nabi Ibrahim atau ingin membunuh-Nya.

Dalam hal menentang kenyakinan Ibrahim, Namrud mulai membangun menara tinggi dan berharap memasuki surga untuk menemui dan membunuh Tuhan yang diyakini Nabi Ibrahim. Menara tersebut dinamakan menara Babel, dikisahkan mencapai ketinggian tertinggi dan memiliki tujuh puluh cerita dan tujuh puluh tiga bahasa yang diucapkan dan tempat yang sama, sehingga gema suara itu terdengat sangat besar. Mungkin lebih tinggi daripada Burj Khalifa di Dubai , tidak ada yang tidak mungkin .Tetapi menara itu runtuh dan Namrud gagal menggapai harapan seperti yang direncanakannya. Menurut sejarah, sisa-sisa menara Babel berada di Baghdad.

Library : sindonews

View this post on Instagram

Dikisahkan dalam Alquran, perjalanan Nabi Ibrahim AS melawan Raja Namrud yang kejam dan mengingkari keesaan Allah SWT. Ketika Nabi Ibrahim AS berusia 10 tahun, Dia sudah mendesak orang-orang untuk menyembah Allah SWT. Suatu hati, Ibrahim memasuki kuil berhala dan tidak ada seorangpun waktu itu lalu Dia pun menghancurkan semua berhala kecuali berhala terbesar dan melatakkan kapak di pangkuan berhala. Ketika para Imam memasuki kuil, mereka kemudian sangat marah dan melihat Nabi Ibrahim, mereka menuduhnya sebagai penista. Tetapi nabi Ibrahim mengatakan bahwa telah terjadi pertengkaran antara para dewa dan berhala yang lebih besar telah menghancurkan berhala lainnya. Merasa dibohongi, Raja Namrud yang berkuasa, lalu menyiapkan tungku yang besar dan membara kemudian memerintahkan Nabi Ibrahim untuk segera dimasukkan ke dalam tungku. Tunggu itu sangat panas sehingga tidak ada yang berani cukup dekat untuk melaksanakan perintah Raja Namrud. Dalam keadaan kaki dan tangan terkat, Nabi Ibrahim akhirnya dilemparkan ke dalam api, tetapi Allah menyelamatkan sehingga Ia merasa api itu sejuk seperti disiram air. Nabi Ibrahim pun keluar tanpa terluka, tetapi Raja Namrud kemudian mengatakan bahwa Dia harus melihat Tuhan yang diyakini Nabi Ibrahim atau ingin membunuh-Nya. Dalam hal menentang kenyakinan Ibrahim, Namrud mulai membangun menara tinggi dan berharap memasuki surga untuk menemui dan membunuh Tuhan yang diyakini Nabi Ibrahim. Menara tersebut dinamakan menara Babel, dikisahkan mencapai ketinggian tertinggi dan memiliki tujuh puluh cerita dan tujuh puluh tiga bahasa yang diucapkan dan tempat yang sama, sehingga gema suara itu terdengat sangat besar. Tetapi menara itu runtuh dan Namrud gagal menggapai harapan seperti yang direncanakannya. Menurut sejarah, sisa-sisa menara Babel berada di Baghdad. .. Source: sindonews .. #wowcreepyid #namrud #king #ibrahim #islam #babel #info #share #faktaunik

A post shared by Creepy + informasi đź”° (@wowcreepy_id) on

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s