Pro Kontra Kepulangan Eks WNI Anggota ISIS

M2000com.Jakarta – Kegelisahan masyarakat akan rencana Menag memulangkan 600 orang eks anggota ISIS akhirnya mendapat penolakan dari masyarakat karena dianggap membahayakan keamaman negara di kelak kemudian hari .Masyarakat pun membandingkan dengan 30 orang eks Taliban pada sekitar tahun 2000 dulu yang akhirnya berbuah pahit bom bali , bom mariot , bom natal dan masih banyak lagi kejahatan kemanusiaan di negara ini.Apakah perlu mereka dipulangkan dan jadi WNI lagi ?

Sebelum membahas ini , kita harus tahu duduk permasalahannya kenapa mereka meninggalkan Indonesia , apakah bekerja atau bagaimana dinegri orang .
Ternyata tidak , mereka membakar paspor WNI nya dan bergabung dengan pemberontak yang menjanjikan negara Khilafah .Mereka dengan sadar datang jauh-jauh ke negara orang dan bergabung dengan kelompok terbengis abad ini , yang suka membunuh , memperkosa , menculik anak gadis dan dijual sebagai budak seks , yang suka mengambil organ tubuh korbannya untuk dijual demi pembiayaan perang mereka dan masih banyak lagi kejahatan-kejahatan atas nama agama yang mereka pahami .
Ya , faktanya memang seperti itu , karena memang mereka menyebar sendiri video propaganda untuk menakut-nakuti musuhnya .Menurut Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana seperti dikutip dari Tempo , mengatakan bahwa 600 warga negara Indonesia atau WNI eks ISIS telah kehilangan kewarganegaraan Indonesianya. “Menurut UU Kewarganegaraan 2006 di Pasal 23 ada beberapa alasan mengapa kewarganegaraan Indonesia gugur,” .Hikmahanto juga menjelaskan, berdasarkan Pasal 23 UU Kewarganegaraan 2016 huruf (d) menyebutkan kehilangan kewarganegaraan disebabkan karena masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin terlebih dahulu dari Presiden. Sementara huruf (f) menyebutkan secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing atau bagian dari negara asing tersebutMerujuk pada aturan itu, maka kewarganegaraan WNI yang bergabung dengan Negara Islam Irak dan Suriah atau ISIS otomatis gugur. “Kan ikut ISIS masuk dinas tentara asing. Kalau istri atau anaknya karena mengangkat sumpah.”Kewarganegaraan mereka bisa saja dikembalikan. Namun, kata Hikmahanto, mereka wajib mengikuti prosedur yang diatur perundang-undangan. Dalam kasus mantan Wakil Menteri ESDM Arcandra Taher, misalnya, karena memiliki kewarganegaraan ganda dapat menjadi rujukan pemerintah jika ingin memulangkan 600 warga eks ISIS.Hikmahanto mengingatkan ada dua pertimbangan yang harus diperhatikan pemerintah bila hendak menerima kembali mereka ke Indonesia. “Pertimbangan ini tidak sekedar penenuhan formalitas yang diatur dalam peraturan perundang-undangan atau alasan kemanusiaan,” katanya.Pertama adalah seberapa terpapar warga ISIS asal Indonesia dengan ideologi dan paham yang diyakini oleh ISIS. Penilaian ini perlu dilakukan secara cermat per individu. Penilaian mengenai hal ini penting agar mereka tidak menyebarkan ideologi dan paham ISIS di Indonesia.Kedua, seberapa bersedia masyarakat di Indonesia menerima kehadiran mereka kembali. Kesediaan masyarakat di sini tidak hanya dari pihak keluarga namun pada masyarakat sekitar di mana mereka nantinya bermukim, termasuk pemerintah daerah. “Dewasa ini kebijakan pemerintah pusat bila tidak dikomunikasikan dengan baik ke daerah, bisa memunculkan penolakan dari daerah. Akibatnya pemerintah pusat akan kerepotan tersendiri,” kata Hikmahanto.Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku tak setuju dengan pemulangan WNI eks ISIS ke Indonesia. Namun, kata Jokowi, hal itu masih perlu dibahas dalam rapat terbatas.
Kalau bertanya pada saya, ini belum ratas lo ya, kalau bertanya pada saya, saya akan bilang ‘tidak’. Tapi masih dirataskan. Kita ini pastikan harus semuanya lewat perhitungan kalkulasi plus minusnya semuanya dihitung secara detail dan keputusan itu pasti kita ambil di dalam ratas setelah mendengarkan dari kementerian-kementerian dalam menyampaikan. Hitung-hitungannya,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu (5/2/2020).Sementara gubenur Jawa Tengah Ganjar Pranowo juga dengan tegas menolak kepulangan mereka .Menurut saya pribadi , tentu sebagai kepala daerah , Ganjar juga tak mau ambil resiko jika ada warganya yang terlibat ISIS dan kelak akan menjadi duri atau benalu mengajak dan memprovokasi orang lain .Dan menurut saya , mereka yang 600 orang itu bukan WNI eks ISIS , tapi eks WNI anggota ISIS karena secara hukum mereka memang sudah bukan WNI lagi seperti penjelasan pasal yang diutarakan guru besar Hukum Internasional dari UI diatas .Ada yang bilang mereka harus dipulangkan dan pemerintah wajib memulangkan mereka demi alasan kemanusiaan , tapi bagaimana dengan mereka sendiri yang dengan sepenuhnya sadar ikut serta bergabung dan mendukung kejahatan kemanusiaan itu sendiri .
Jangam hanya karena alasan kemamusiaan 600 orang tapi mengabaikan rasa kemanusiaan dan keselamatan jutaan orang di negara ini .

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s