Banyak Jalan Menuju Surga dan Ini Yang Tercepat

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

Masshar2000.com – Urip mung mampir ngombe ( hidup hanya singgah minum ) itulah peribahasa yang menggambarkan alangkah singkatnya hidup di dunia ini , yang diibaratkan hanya untuk sekedar singgah minum .

Memang tidak salah , karena hidup yang sesungguhnya adalah hidup di akhirat kelak karena memang abadi tidak bisa diukur dengan waktu .

Hidup menurut Nabi adalah bagaikan sebuah perjalanan dan setiap orang bagaikan pengembara di belantara raya kehidupan bumi. Mereka di sini hanyalah bernaung sesaat saja.

Ibnu Mas’ud seorang sahabat Nabi menceritakan kepada kita : “Nabi tidur di atas tikar. Ketika bangun, tampak di tubuhnya bekas cetakan tikar.
Aku mengatakan: “Wahai Nabi, bolehkah kami ambilkan kasur untukmu?”.
Nabi menjawab : “Apalah artinya aku dan kehidupan di dunia ini. Di sini aku hanyalah bagaikan pengembara yang bernaung untuk istirahat sementara di bawah pohon. Sesudah itu berangkat lagi dan meninggalkan tempat itu “.

Sebuah syair mengatakan :

” Biarkan dunia mengantarkanmu kemana saja
Tetapi bukankah pada akhirnya ia akan hilang lenyap.
Dunia bagaikan sebuah payung
Ia menanungimu sesaat saja
Lalu membiarkanmu berangkat lagi “

Pertanyaan penting kita adalah jalan manakah yang paling baik untuk kita tempuh menuju kembali kepada Allah?.

Para ulama dan para bijakbestari (hukama) mengajarkan kepada kita bahwa sesungguhnya banyak jalan menuju kepada-Nya. Tetapi jalan yang terbaik, termudah dan tercepat yang dapat mengantarkan kepada tempat persinggahan terakhir kita, kembali kepada Tuhan, tempat kita berasal, dengan nyaman adalah memberikan pelayanan yang baik dan membagikan kegembiraan kepada manusia serta meniadakan atau mengurangi penderitaan mereka.

Sufi besar Abu Sa’id Ibn Abi al-Khair (w. 1049) ketika dia ditanya santrinya “Ma ‘Adad al-Thariq Min al-Khalq Ila al-Haqq” (berapa banyakkah jalan manusia menuju Tuhan?), dia menjawab:”Ada lebih dari seribu jalan, di tempat lain ia mengatakan jalan itu sebanyak partikel yang ada di alam semesta ini. Akan tetapi jalan yang terpendek, terbaik dan tercepat menuju Dia adalah memberi kenyamanan kepada orang lain. Aku menempuh jalan ini dan aku selalu memesankan ini kepada semua orang”. (Asrar al-Tauhid fi Maqaamaat Abi Sa’id, h. 327-327).

Jawaban Syeikh Abu Sa’id ini tampaknya diinspirasi oleh pernyataan Nabi ketika ditanya siapakah muslim itu?, beliau menjawab : Seorang muslim adalah dia yang kehadirannya membuat orang lain merasa nyaman, tidak terganggu oleh kata-kata yang melukai dan tindakannya yang menyakitkan).

Jadi , apakah kita perlu bermegah-megah menyombongkan diri kita sedangkan kelak kita tidak akan membawa satupun harta dan kemewahan yang kita miliki didunia .
Bukankah itu seperti punya uang banyak tapi sakit-sakitan , punya kasur empuk tapi bisulan .

Banyak yang bilang yang penting besuk masuk surga , eh siapa bilang surga bisa digapai dengan mudah tanpa usaha.
Tugas kita sebagai hamba adalah menghamba dan penghambaan yang paling sempurna adalah sujud .

Gus Baha , ulama muda ahli fiqh pernah mengatakan , yang penting adalah mengabdi kepada sang pencipta . Nikmati saja sujudmu saat sholat , dan rasakan kehadiran penciptamu .Tidak perlu banyak melakukan ibadah sunah dengan dasar untuk menambal kekurangan ibadah wajibmu , karena ibadah sunah tidak bisa menggantikan ibadah wajib .

Pada dasarnya ibadah sunah atau amaliah sunah bukan untuk menambal atau menggantikan ibadah wajib , tapi untuk menghapus dosa-dosa kecil yang kita lakukan .

Tentu , kita tidak pernah melarang orang untuk melakukan amaliah sunah , karena memang dianjurkan dan jelas mendapatkan pahala bagi yang melakukannya .
Tapi yang perlu di garis bawahi atau menjadi pokok dari bahasan ini adalah utamakan dan penuhilah ibadah wajibmu sebelum melakukan ibadah sunahmu .

Dan perlu di garis bawahi juga bahwa selain kita melakukan hubungan batin dengan sang pencipta , kita juga harus menjalin hubungan baik dengam saudara kita dan orang lain , karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain karena pada dasarnya ajaran agama adalah cinta , cinta kepada sang pencipta dan cinta kepada sesama makluk .

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum …

Library : ustadz @husein553

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s