Kisah Banser NU Yang Gugur Terkena Bom Saat Mengamankan Gereja

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

Masshar2000.Com – Belakangan marak aksi anarkis dan radikal yang dilakukan oleh sekelompok orang , atau pemerintah dalam hal ini menyebut ormas intoleran .
Tidak didunia nyata , didunia maya pun mereka melakukan hal yang sama .
Melabeli sendiri dirinya sebagai umat islam paling bersih , mereka kerap melakukan aksi yang kadang malah membuat tidak nyaman bahkan rasa takut di masyarakat.

Aksi sweeping jelas sangat tidak dibenarkan , karena yang berhak secara intitusi adalah kepolisian , namun dengan dalih membela syariat islam dan mencegah kemungkaran , mereka tetap saja melakukannya .
Yang paling lucu menurut saya pribadi adalah saat sweeping soal penggunaan atribut natal kemarin . Setiap perusahaan jelas tidak mungkin memaksa karyawannya yang muslim untuk mengenakan pakaian Santa Claus misalnya , tapi menurut mereka itu adalah paksaan padahal itu kan sukarela , bahkan banyak karyawan muslim yang memakainya dengan sukarela , terbukti mereka malah berselfie ria .
Mau pake terserah , tidak pakai pun tidak apa-apa …Jadi yang ditakutkan apanya ?

Justru yang paling menyedihkan adalah saat mereka menghujat Banser NU yang mengamankan gereja saat natal .
Apanya yang salah , dimasyarakat itu sudah biasa namanya toleransi .
Apalagi dengan seringnya aksi bom disaat malam natal .
Masyarakat dan khususnya Banser terpanggil untuk mengamankan situasi , yang diselamatkan itu manusianya , bukan mendukung ibadahnya yang kata mereka salah kaprah menyembah selain Allah .

Mungkin kisah dibawah ini akan membuka hatimu , bagaimana seseorang ( Banser ) yang harus kehilangan nyawanya saat mengamankan malam natal .

Kisah pengorbanan Riyanto, anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) dari Mojokerto saat ditugaskan GP Anshor membantu polisi mengamankan perayaan Natal pada 24 Desember 2000 silam, hingga kini masih tetap dikenang dari berbagai kalangan masyarakat Mojokerto .

Dalam rangka mengenang jasa-jasanya, nama Riyanto telah dibuat sebagai nama jalan di Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Bahkan Pemerintah Kota Mojokerto juga telah membangun gapura megah di Jalan Riyanto.

Kisah inspiratif yang dilakukan oleh Riyanto terjadi saat bom meledak di Gereja Eben Haezer, Mojokerto pada malam Natal. Banyak korban berjatuhan, dan yang paling menyita perhatian adalah sosok Riyanto.
Pria berusia 25 tahun itu meninggal di tempat kejadian dengan kondisi jenazah yang sangat mengenaskan. Namun bukan karena kondisi tubuhnya yang jadi bahan perbincangan bagi kebanyakan orang, namun statusnya yang sebagai anggota Banser yang banyak menyita perhatian.

Pada malam Natal itu, Riyanto merupakan salah satu dari empat orang Banser NU yang dikirim GP Ansor Mojokerto untuk menjaga perayaan Natal di gereja Eben Haezer, Mojokerto. Lelaki kelahiran Kediri, 23 November 1975 itu ditugaskan oleh GP Ansor Mojokerto untuk serta mengamankan perayaan malam Natal.

Semula, Misa Malam Natal itu berlangsung dengan khusyuk seperti tahun-tahun sebelumnya, tetapi ternyata hanya berlangsung separuh jalan. Sekitar pukul 20.30 WIB, seorang jemaat menaruh curiga pada sebuah bingkisan yang tergeletak tak bertuan di depan pintu masuk gereja.

Riyanto pun memberanikan diri membuka bingkisan itu. Ia membongkar kantong plastik hitam itu di hadapan petugas pengamanan gereja Eben Haezer lainnya, termasuk seorang polisi Polsek setempat. Di dalamnya tampak menjulur sepasang kabel. Tiba-tiba muncul percikan api. Riyanto langsung berteriak sigap, “Tiaraaaapp!” dan kemudian terjadi kepanikan dalam Gereja.

Riyanto segera keluar ruangan dan melemparkan bungkusan bom itu ke tong sampah, namun terpental. Ia kemudian berinisiatif mengamankan bom dengan memungut kembali untuk dilemparkan ke tempat yang lebih jauh lagi dari jemaat. Namun, Allah SWT berkehendak lain, bom mendadak dalam pelukan Riyanto sebelum sempat dilempar.

Tubuh pria itu terpental, berhamburan. Sekitar 3 jam kemudian, sisa-sisa tubuh Riyanto baru ditemukan di sebelah utara kompleks gereja, sekitar 100 meter dari pusat ledakan. Jari dan wajahnya hancur, Riyanto pun meninggal seketika.

Bom ini tampaknya tidak main-main. Ledakannya membuat roboh pagar tembok di seberang gereja. Bahkan kaca-kaca lemari dan etalase Studio Kartini yang tepat di depan gereja Eben Haezer hancur semua. Ledakan ini bukan satu-satunya. Pada saat yang hampir sama, beberapa gereja yang lain juga terkena bom dan menelan korban jiwa.

Pria Muslim yang lahir dari pasangan Sukarnim dan Katinem ini banyak dipuji orang. Seorang Muslim sejati yang rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan orang lain yang sedang merayakan. Gus Dur pernah berujar, “Riyanto telah menunjukkan diri sebagai umat beragama yang kaya nilai kemanusiaan. Semoga dia mendapatkan imbalan sesuai pengorbanannya.”

Kini, setelah 15 tahun peristiwa itu berselang, nama Riyanto hampir tidak pernah disebut, apalagi untuk diteladani semangat perjuangan dan rasa kemanusiaan Riyanto. Sungguh hal ini sangat ironis, bila dibandingkan dengan keteguhan jiwa Riyanto yang muslim, mau mengorbankan jiwa dan raganya untuk menyelamatkan ratusan nyawa jemaat gereja Eben Haezer.

Di tengah banyaknya aksi kekerasan mengatasnamakan agama seperti yang belakangan ini sering terjadi, sosok dan pengorbanan Riyanto, patut menjadi teladan bagi kita semua, tanpa membeda-bedakan agama dan kepercayaan, suku, ras maupun golongan. Salam Bhinneka Tunggal Ika!

image

Mereka bangga jadi bagian dari Banser

Masih mau menghujat Banser ?

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…

Library : dutaislam.com

Iklan

Habib Rizieq Dimata Pendukungnya

image

Masshar2000.Com – Seperti kita ketahui , setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus chat berkonten pornografi , imam besar FPI kini juga ditetapkan sebagai DPO polisi.

Rizieq yang kini masih di Arab Saudi memang tidak mau pulang karena merasa kasusnya direkayasa . Hal inipun diamini oleh para pendukungnya yang mana mengatakan junjungan mereka didiskriminalisasi .

Ini adalah sebuah kisah singkat dari seorang pengikut setia imam besar FPI  itu yang mana sudah diwawancara oleh merdeka.com dan dipublikasikan pada 15 juni 2017.

Ia adalah seorang ibu rumah tangga , saat ini mengenakan hijab kuning dan gamis putih duduk di barisan perempuan. Dia siap mengikuti acara 1.000 yasin yang digelar di markas Front Pembela Islam (FPI), Jalan Petamburan III, Jakarta Barat, Kamis (8/6). Sebelum azan Ashar berkumandang, dia sudah berada di lokasi.

Baca lebih lanjut

Subhanallah , Pedagang Mie Ayam Keliling Ini Gratiskan Dagangannya Jika Pembelinya Hafal Surat An-Naba

image

Masshar2000.Com – Mencari rejeki dengan cara halal adalah kwajiban bagi setiap manusia .
Namun , tidak semua orang bisa mendapatkan rejeki dobel dalam pekerjaannya .
Inilah yang mungkin bisa dicontoh .

Meski hanya berjualan keliling dari sekolah ke sekolah, Prihatin Raharjo selalu bersemangat ketika berangkat berkerja.
Hal ini lantaran ia membawa misi yang mulia selain hanya mendapatkan penghasilan dari berjualan.

Setiap pagi pria 29 tahun itu selalu menyiapkan segala keperluan pada bronjong kayu yang selalu nangkring di atas sadel motornya.
Tidak ada yang istimewa dari dagangannya, hanya mie ayam dan es teh yang dijual dengan cup kecil dengan harga Rp 1.000 per porsinya.

Baca lebih lanjut

Inilah Manusia Tertua Didunia , 146 Tahun Berasal Dari Sragen , Indonesia

image

M2000 – Anda pasti tidak menyangka kalau manusia tertua yang masih hidup berasal dari Indonesia.
Selama ini , rekor manusia tertua tidak pernah berasal dari Indonesia , bisa jadi karena Guinness Book of Record tidak pernah mencatat karena ketidak tahuan informasi ini.

Adalah Soedimejo, atau biasa disapa Mbah Gotho , kakek asal Desa Cameng, Sragen ini tinggal.
Di rumah yang sederhana ini, kakek yang sudah berusia 146 tahun ini masih dapat beraktivitas, walau sudah cukup sulit.

Kakek yang tercatat lahir tanggal 31 Desember tahun 1870 di KTP nya ini pun tidak banyak aktivitas yang ia lakukan selain duduk-duduk di dalam rumah dan di teras rumah dengan ditemani sang cucu.
Ya , pastilah usia cucunya juga sudah setara dengan orang tua anda atau bahkan kakek nenek anda sekarang.

Baca lebih lanjut

Rejeki ‘Gak Kemana – Simak Kisah Ain Farhana , Gadis Cantik Lulusan Diploma Saint Yang Rela Jadi Petugas Kebersihan

image

M2000 – Berijazah tinggi atau bergelar sarjana tidak bisa menjamin seseorang mendapatkan pekerjaan layak dan bergaji tinggi seperti yang diharapkan.

Anda mungkin sering mendengar banyak lulusan perguruan tinggi mengeluh sulit mendapat pekerjaan, atau mungkin malah anda sendiri yang mengalaminya.
Tak jarang pula yang menunggu waktu bertahun-tahun untuk mendapat pekerjaan sesuai keinginannya…walau belum tentu juga mendapatkan pekerjaan yang diharapkan .
Namun anda tidak perlu gengsi apalagi meremehkan pekerjaan yang sudah ada didepan mata , selagi halal sikat saja.
Setidaknya ini juga yang dialami oleh gadis cantik berhijab asal negri Jiran Malaysia ini.

Baca lebih lanjut