Terima Pinangan Partai NasDem , Gerindra Bilang Ridwan Kamil Lebih Sombong Dari Ahok

image

M2000 – Seperti kita tahu , walikota Bandung Ridwan Kamil sudah menerima pinangan partai NasDem untuk diusung pada Pilgub Jabar nanti . Ridwan Kamil mau menerima pinangan Nasdem dengan alasan Partai Nasdem satu visi dengan dirinya yang menegakkan 4 pilar demokrasi.

Partai Gerindra yang dulu mengusung Ridwan Kamil menjadi walikota Bandung mengaku kecewa dengan keputusan Ridwan yang mau begitu saja menerima pinangan partai Nasdem dan mengacuhkan Gerindra yang sudah menjadikannya sebagai walikota Bandung .

Menurut Gerindra , komunikasi politik Ridwan Kamil dianggap jauh lebih buruk dari Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Bahkan, muncul kesan bahwa pria yang akrab disapa Kang Emil itu lebih sombong dari Ahok.
Ridwan Kamil lebih memilih menerima pinangan Partai NasDem di Pilgub Jabar ketimbang melakukan komunikasi intesif dengan dua partai pengusungnya di Pilkada Kota Bandung, yakni Partai Gerindra dan PKS.
Bahkan, Emil terkesan meninggalkan dua partai pengusungnya tersebut dengan alasan dia bukan kader partai. Selain itu, ia juga menyatakan tidak ada jaminan dari Gerindra maupun PKS untuk mengusungnya di Pilgub Jabar.

Baca lebih lanjut

Iklan

Kenapa Mereka Benci Tito ?

image

M2000 – Jika kita flash back ke era awal reformasi , tentu kita akan ingat dengan kasus anak kesayangan presiden kedua Suharto .

Adalah Tommy Suharto yang menjadi DPO atas kasus pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita waktu itu .
Pelarian Tommy saat itu akhirnya berakhir ditangan tim kobra yang saat itu dipimpin oleh Tito Karnavian (sekarang Kapolri) .

Saat itu di bulan November tahun 2000 Presiden Abdurrahman Wahid menolak permohonan grasi Tommy Soeharto melalui Keputusan Presiden Nomor 176/G/2000.
Setelah ditolaknya permohonan Grasi oleh Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur),  Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sofjan Jacoeb membentuk Tim untuk menangkap Tommy Suharto dengan ancaman Tembak ditempat, dan menyatakan Tommy Soeharto sebagai otak dan tersangka tunggal pembunuh Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita dan kasus peledakan bom di Jakarta.

Baca lebih lanjut

Ketua Umum PBNU Ingatkan Tim Anies-Sandy : Allah Jangan Diajak Kampanye

image

M2000 – Hampir dipastikan semua pasangan calon kepala daerah selalu meminta restu dari ketua NU baik dipusat maupun didaerah , karena NU memang ormas terbesar di negri ini.
Walaupun selama ini NU tidak pernah mau terlibat dalam politik , namun para petinggi NU secara pribadi beberapa kali ikut dalam ajang politik serupa .

Kemarin pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang juga bakal maju ke putaran 2 pilgub DKI menemui Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017), sekitar pukul 17.15 WIB. Ketua Umum Partai Perindo Hari Tanoesoedibjo tampak ikut serta dalam pertemuan tersebut.

Kepada pasangan nomor urut tiga tersebut, Ketua Umum PBNU Said Agil Siradj mengimbau agar tidak ada pihak yang memanfaatkan isu agama selama masa kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua 2017. Said Aqil menilai isu agama tidak seharusnya diseret ke dalam pusaran politik.

Baca lebih lanjut

Dukung Anies-Sandy , Lulung Resmi Dipecat Dari Kepengurusan PPP

image

Djan Farid

M2000 – Tidak sejalan dengan keputusan partai , Abraham Lunggana alias Lulung akhirnya dipecat dari kepengurusan partainya PPP.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Djan Faridz resmi memecat Abraham Lunggana, alias Lulung yang sebelumnya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP DKI Jakarta. Djan berkata pihaknya telah berulang kali berkomunikasi dan melayangkan peringatan pada Lulung, saat terjadi perbedaan pendapat.
Hal serupa juga pernah dilakukan PPP kubu Romy yang juga pernah memecat Lulung.

Pemecatan tersebut lantaran Lulung dinilai sudah melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga PPP soal keputusan mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dalam Pemilihan Gubernur DKI 2017.

Sudah dapat peringatan pertama, kedua, dan ketiga, yang kami harapkan tak tercapai. Malah beliau (Lulung) sampaikan dukungan pada partai politik yang sama sekali berbeda dengan kami,” ujar Djan di kantor Dewan Pimpinan Pusat PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin, 13 Maret 2017.( tempo ).

Baca lebih lanjut

Sinyal Kuat PKB Merapat Ke Ahok-Djarot

image

M2000 – Sinyal dukungan partai pengusung Agus-Sylvi yang kalah pada putaran pertama sudah mulai nampak.  Partai Kebangkitan Bangsa yang juga partai pendukung pemerintah mulai menjajaki ke paslon Ahok-Djarot pada putaran dua ini.

Sejumlah petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendatangi Balai Kota hari kamis (2/3). Kehadiran  mereka untuk membahas persoalan Pilkada DKI dengan calon petahama, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Anggota Dewan Syuro DPP PKB Maman Imanulhaq mengatakan kunjungan dilakukan  atas perintah ketua umumnya, Muhaimin Iskandar.

Itu setelah pengurus PKB menggelar rapat sejak kemarin untuk memutuskan apakah akan mendukung pencalonan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat atau Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Baca lebih lanjut