Syiah. sesat atau tidak?

ASAL-USUL SYI’AH

image

Syi’ah secara etimologi bahasa
berarti pengikut, sekte dan
golongan. Sedangkan dalam istilah
Syara’, Syi’ah adalah suatu aliran
yang timbul sejak pemerintahan
Utsman bin Affan radhiyallahu
‘anhu yang dikomandoi oleh
Abdullah bin Saba’, seorang Yahudi
dari Yaman. Setelah terbunuhnya
Utsman bin Affan radhiyallahu
‘anhu , lalu Abdullah bin Saba’
mengintrodusir ajarannya secara
terang-terangan dan menggalang
massa untuk memproklamirkan
bahwa kepemimpinan (baca:
imamah) sesudah Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam sebenarnya ke
tangan Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu karena
suatu nash (teks) Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam. Namun, menurut
Abdullah bin Saba’, Khalifah Abu
Bakar, Umar, Utsman telah
mengambil alih kedudukan
tersebut.
Keyakinan itu berkembang sampai
kepada menuhankan Ali bin Abi
Thalib. Berhubung hal itu suatu
kebohongan, maka diambil tindakan
oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahua
‘anhu , yaitu mereka dibakar, lalu
sebagian mereka melarikan diri ke
Madain.
Aliran Syi’ah pada abad pertama
hijriyah belum merupakan aliran
yang solid sebagai trend yang
mempunyai berbagai macam
keyakinan seperti yang
berkembang pada abad ke-2
Hijriyah dan abad-abad berikutnya.
Pokok-Pokok Penyimpangan
Syi’ah pada Periode Pertama :
1. Keyakinan bahwa imam
sesudah Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam
adalah Ali bin Abi Thalib,
sesuai dengan sabda Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Karena itu para Khalifah
dituduh merampok
kepemimpinan dari tangan
Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu .
2. Keyakinan bahwa imam
mereka maksum (terjaga
dari salah dan dosa).
3. Keyakinan bahwa Ali bin
Abi Thalib dan para Imam
yang telah wafat akan hidup
kembali sebelum hari
Kiamat untuk membalas
dendam kepada lawan-
lawannya, yaitu Abu Bakar,
Umar, Utsman, Aisyah dan
lain-lain.
4. Keyakinan bahwa Ali bin
Abi Thalib dan para Imam
mengetahui rahasia ghaib,
baik yang lalu maupun yang
akan datang. Ini berarti
sama dengan menuhankan
Ali dan Imam.
5. Keyakinan tentang
ketuhanan Ali bin Abi
Thalib yang dideklarasikan
oleh para pengikut Abdullah
bin Saba’ dan akhirnya
mereka dihukum bakar oleh
Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu
‘anhu karena keyakinan
tersebut.
6. Keyakinan mengutamakan
Ali bin Abi Thalib atas Abu
Bakar dan Umar bin
Khattab. Padahal Ali sendiri
mengambil tindakan hukum
cambuk 80 kali terhadap
orang yang meyakini
kebohongan tersebut.
7. Keyakinan mencaci maki
para Sahabat atau sebagiana
Sahabat seperti Utsman bin
Affan radhiyallahu ‘anhu.
(lihat Dirasat fil Ahwaa’ wal
Firaq wal Bida’ wa Mauqifus
Salaf minhaa, Dr. Nashir bin
Abdul Karim Al-Aql hal.
237).
8. Pada abad ke-2 Hijriyah,
perkembangan keyakinan
Syi’ah semakin menjadi-jadi
sebagai aliran yang
mempunyai berbagai
perangkat keyakinan baku
dan terus berkembang
sampai berdirinya dinasti
Fathimiyyah di Mesir dan
dinasti Sofawiyah di Iran.
Terakhir aliran tersebut
terangkat kembali dengan
revolusi Khomaini dan
dijadikan sebagai aliran
resmi negara Iran sejak
1979.

dibeberapa negara aliran ini dikategorikan sbg aliran sesat, krn lbh memuliakan khalifah Ali dibanding rasulullah Mohammad Saw.

library : kisah islami.com

posted by :http://masshar2000@facebook.com

Iklan

sabar dan iklas. ilmu tingkat tinggi

SABAR  itu adalah ilmu tingkat
tinggi.
Belajarnya setiap hari,
latihannya setiap saat.
Ujiannya pun tak pernah kita
tahu kapan, bahkan sering
mendadak..!
Sang pengujinya pun bisa siapa
saja. Mulai dari keluarga yang
kita kenal sampai orang yang
belum kita kenal sekalipun.
Bahkan ada di antaranya yang
baru kita temui pertama kali
seumur hidup.
Sekolahnya pun tidak tanggung-
tanggung, seumur hidup..!
Namun tidak usah bersedih
hati, karena ketika kita lulus
dalam ujian ke-SABAR-an,
hadiahnya adalah KEBAHAGIAAN
dan KESELAMATAN dalam hidup.
“Sesungguhnya hanya orang-
orang yang bersabarlah yang
dicukupkan pahala mereka tanpa
batas.” (QS. Az-Zumar 39:10)
“Dan sesungguhnya Kami akan
memberi balasan kepada orang-
orang yang sabar dengan pahala
yang lebih baik dari apa yang
telah mereka kerjakan.”(QS.
An-Nahl 16:96).

Posted by : http://masshar2000@facebook.com

Umar bin khatab.. Khalifah termasyur sepanjang sejarah islam.

Umar bin Khattab.

Sahabat muslim, siapa yg tak kenal dgn beliau, namanya be.itu harum dan termasyur dlm sejarah islam.

Umar bin khatab bin
Nafiel bin Abdul Uzza
atau lebih dikenal
dengan Umar bin
Khattab (581 –
November 644 ) ( bahasa
Arab : ﻦﺑﺍ ﺮﻤﻋ
ﺏﺎﻄﺨﻟﺍ) adalah
salah seorang sahabat
Nabi Muhammad S.A.W.
yang juga adalah
khalifah kedua Islam
( 634- 644). Umar juga
merupakan satu di
antara empat orang
Khalifah yang
digolongkan sebagai
Khalifah yang diberi
petunjuk ( Khulafaur
Rasyidin ).
Umar dilahirkan di
kota Mekkah dari suku
Bani Adi, salah satu
rumpun suku Quraisy,
suku terbesar di kota
Mekkah saat itu.
Ayahnya bernama
Khattab bin Nufail Al
Shimh Al Quraisyi dan
ibunya Hantamah binti
Hasyim. Umar memiliki
julukan yang
diberikan oleh Nabi
Muhammad S.A.W.
yaitu Al-Faruk yang
berarti orang yang
bisa memisahkan
antara kebenaran dan
kebatilan.
Keluarga Umar
tergolong dalam
keluarga kelas
menengah, ia bisa
membaca dan menulis,
yang pada masa itu
merupakan sesuatu
yang langka. Umar
juga dikenal karena
fisiknya yang kuat
dimana ia menjadi
juara gulat di
Mekkah.
Sebelum memeluk
Islam, Umar adalah
orang yang sangat
disegani dan
dihormati oleh
penduduk Mekkah,
sebagaimana tradisi
yang dijalankan oleh
kaum jahiliyah Mekkah
saat itu, Umar juga
mengubur putrinya
hidup-hidup sebagai
bagian dari
pelaksanaan adat
Mekkah yang masih
barbar. Setelah
memeluk Islam di
bawah Nabi Muhammad
S.A.W., Umar
dikabarkan menyesali
perbuatannya dan
menyadari
kebodohannya saat itu
sebagaimana
diriwayatkan dalam
satu hadits “Aku
menangis ketika
menggali kubur untuk
putriku. Dia maju dan
kemudian menyisir
janggutku”.
Umar juga dikenal
sebagai seorang
peminum berat,
beberapa catatan
mengatakan bahwa pada
masa pra-Islam, Umar
suka meminum anggur.
Setelah menjadi
seorang Muslim, ia
tidak menyentuh
alkohol sama sekali,
meskipun belum
diturunkan larangan
meminum khamar (yang
memabukkan) secara
tegas.
Memeluk Islam
Ketika Nabi Muhammad
S.A.W. menyebarkan
Islam secara terbuka
di Mekkah, Umar
bereaksi sangat
antipati
terhadapnya,
beberapa catatan
mengatakan bahwa kaum
Muslim saat itu
mengakui bahwa Umar
adalah lawan yang
paling mereka
perhitungkan, hal ini
dikarenakan Umar yang
memang sudah
mempunyai reputasi
yang sangat baik
sebagai ahli strategi
perang dan seorang
prajurit yang sangat
tangguh pada setiap
peperangan yang ia
lalui. Umar juga
dicatat sebagai orang
yang paling banyak
dan paling sering
menggunakan
kekuatannya untuk
menyiksa pengikut
Nabi Muhammad S.A.W.
Pada puncak
kebenciannya
terhadap ajaran Nabi
Muhammad S.A.W.,
Umar memutuskan untuk
mencoba membunuh Nabi
Muhammad S.A.W.,
namun saat dalam
perjalanannya ia
bertemu dengan salah
seorang pengikut Nabi
Muhammad S.A.W.
bernama Nu’aim bin
Abdullah yang
kemudian memberinya
kabar bahwa saudara
perempuan Umar telah
memeluk Islam, ajaran
yang dibawa oleh Nabi
Muhammad S.A.W. yang
ingin dibunuhnya saat
itu. Karena berita
itu, Umar terkejut
dan pulang ke
rumahnya dengan
dengan maksud untuk
menghukum adiknya,
diriwayatkan bahwa
Umar menjumpai
saudarinya itu sedang
membaca Al Qur’an
(surat Thoha ayat
1-8), ia semakin
marah akan hal
tersebut dan memukul
saudarinya. Ketika
melihat saudarinya
berdarah oleh
pukulannya ia menjadi
iba, dan kemudian
meminta agar bacaan
tersebut dapat ia
lihat, diriwayatkan
Umar menjadi
terguncang oleh apa
yang ia baca
tersebut, beberapa
waktu setelah
kejadian itu Umar
menyatakan memeluk
Islam, tentu saja hal
yang selama ini
selalu membelanyani
membuat hampir seisi
Mekkah terkejut
karena seseorang yang
terkenal paling keras
menentang dan paling
kejam dalam menyiksa
para pengikut Nabi
Muhammad S.A.W.
kemudian memeluk
ajaran yang sangat
dibencinya tersebut,
akibatnya Umar
dikucilkan dari
pergaulan Mekkah dan
ia menjadi kurang
atau tidak dihormati
lagi oleh para
petinggi Quraisy yang
selama ini diketahui
selalu membelanya.

Kehidupan di Madinah
Pada tahun 622 M,
Umar ikut bersama
Nabi Muhammad S.A.W.
dan pemeluk Islam
lain berhijrah
(migrasi) (ke Yatsrib
(sekarang Madinah) .
Ia juga terlibat pada
perang Badar , Uhud,
Khaybar serta
penyerangan ke Syria.
Pada tahun 625,
putrinya (Hafsah)
menikah dengan Nabi
Nabi Muhammad S.A.W.
Ia dianggap sebagai
seorang yang paling
disegani oleh kaum
Muslim pada masa itu
karena selain
reputasinya yang
memang terkenal sejak
masa pra-Islam, juga
karena ia dikenal
sebagai orang
terdepan yang selalu
membela Nabi Muhammad
S.A.W. dan ajaran
Islam pada setiap
kesempatan yang ada
bahkan ia tanpa ragu
menentang kawan-
kawan lamanya yang
dulu bersama mereka
ia ikut menyiksa para
pengikutnya Nabi
Muhammad S.A.W.
Wafatnya Nabi
Muhammad S.A.W.
Pada saat kabar
wafatnya Nabi
Muhammad S.A.W. pada
8 Juni 632 M (12
Rabiul Awal, 10
Hijriah) di Madinah
sampai kepada umat
Muslim secara
keseluruhan, Umar
dikabarkan sebagai
salah seorang yang
paling terguncang
atas peristiwa itu,
ia menghambat
siapapun memandikan
atau menyiapkan
jasadnya untuk
pemakaman. Akibat
syok yang ia terima,
Umar berkeras bahwa
Nabi Muhammad S.A.W.
tidaklah wafat
melainkan hanya
sedang tidak sadarkan
diri, dan akan
kembali sewaktu-
waktu.
Abu Bakar yang
mendengar kabar
bergegas kembali dari
Madinah, Ia menjumpai
Umar sedang menahan
Muslim yang lain dan
lantas mengatakan “Saudara-
saudara! Barangsiapa
mau menyembah Nabi
Muhammad S.A.W.,
Nabi Muhammad S.A.W.
sudah meninggal
dunia. Tetapi
barangsiapa mau
menyembah Allah,
Allah hidup selalu
tak pernah mati.”!
Abu Bakar
mengingatkan kepada
para pemeluk Islam
yang sedang
terguncang, termasuk
Umar saat itu, bahwa
Nabi Muhammad
S.A.W., seperti
halnya mereka, adalah
seorang manusia
biasa, Abu Bakar
kemudian membacakan
ayat dari Al Qur’an
dan mencoba untuk
mengingatkan mereka
kembali kepada ajaran
yang diajarkan Nabi
Muhammad S.A.W.
yaitu kefanaan
makhluk yang
diciptakan. Setelah
peristiwa itu Umar
menyerah dan
membiarkan persiapan
penguburan
dilaksanakan. ya
Allah.
Masa kekhalifahan Abu
Bakar
Pada masa Abu Bakar
menjabat sebagai
khalifah, Umar
merupakan salah satu
penasehat kepalanya.
Setelah meninggalnya
Abu Bakar pada tahun
634, Umar ditunjuk
untuk menggantikan
Abu Bakar sebagai
khalifah kedua dalam
sejarah Islam.
Menjadi khalifah
Selama pemerintahan
Umar, kekuasaan Islam
tumbuh dengan sangat
pesat. Islam
mengambil alih
Mesopotamia dan
sebagian Persia dari
tangan dinasti
Sassanid dari Persia
(yang mengakhiri masa
kekaisaran sassanid)
serta mengambil alih
Mesir , Palestina ,
Syria , Afrika Utara
dan Armenia dari
kekaisaran Romawi
( Byzantium). Saat
itu ada dua negara adi
daya yaitu Persia dan
Romawi. Namun
keduanya telah
ditaklukkan oleh
kekhalifahan Islam
dibawah pimpinan
Umar.
Sejarah mencatat
banyak pertempuran
besar yang menjadi
awal penaklukan ini.
Pada pertempuran
Yarmuk, yang terjadi
di dekat Damaskus
pada tahun 636, 20
ribu pasukan Islam
mengalahkan pasukan
Romawi yang mencapai
70 ribu dan
mengakhiri kekuasaan
Romawi di Asia Kecil
bagian selatan.
Pasukan Islam lainnya
dalam jumlah kecil
mendapatkan
kemenangan atas
pasukan Persia dalam
jumlah yang lebih
besar pada
pertempuran
Qadisiyyah (th 636),
di dekat sungai
Eufrat. Pada
pertempuran itu,
jenderal pasukan
Islam yakni Sa`ad bin
Abi Waqqas
mengalahkan pasukan
Sassanid dan berhasil
membunuh jenderal
Persia yang terkenal,
Rustam Farrukhzad.
Pada tahun 637,
setelah pengepungan
yang lama terhadap
Yerusalem , pasukan
Islam akhirnya
mengambil alih kota
tersebut. Umar
diberikan kunci untuk
memasuki kota oleh
pendeta Sophronius
dan diundang untuk
salat di dalam gereja
(Church of the Holy
Sepulchre). Umar
memilih untuk salat
ditempat lain agar
tidak membahayakan
gereja tersebut. 55
tahun kemudian,
Masjid Umar didirikan
ditempat ia salat.
Umar melakukan banyak
reformasi secara
administratif dan
mengontrol dari dekat
kebijakan publik,
termasuk membangun
sistem administrasi
untuk daerah yang
baru ditaklukkan. Ia
juga memerintahkan
diselenggarakannya
sensus di seluruh
wilayah kekuasaan
Islam. Tahun 638, ia
memerintahkan untuk
memperluas dan
merenovasi Masjidil
Haram di Mekkah dan
Masjid Nabawi di
Medinah. Ia juga
memulai proses
kodifikasi hukum
Islam .
Umar dikenal dari
gaya hidupnya yang
sederhana, alih-alih
mengadopsi gaya hidup
dan penampilan para
penguasa di zaman
itu, ia tetap hidup
sangat sederhana.
Pada sekitar tahun ke
17 Hijriah, tahun ke-
empat
kekhalifahannya,
Umar mengeluarkan
keputusan bahwa
penanggalan Islam
hendaknya mulai
dihitung saat
peristiwa hijrah.
Wafatnya
Umar bin Khattab
dibunuh oleh Abu
Lukluk (Fairuz),
seorang budak yang
fanatik pada saat ia
akan memimpin salat
Subuh. Fairuz adalah
orang Persia yang
masuk Islam setelah
Persia ditaklukkan
Umar. Pembunuhan ini
konon
dilatarbelakangi
dendam pribadi Abu
Lukluk (Fairuz)
terhadap Umar. Fairuz
merasa sakit hati
atas kekalahan
Persia, yang saat itu
merupakan negara
adidaya, oleh Umar.
Peristiwa ini terjadi
pada hari Rabu, 25
Dzulhijjah 23 H/644
M. Setelah wafat,
jabatan khalifah
dipegang oleh Usman
bin Affan.

mmm..kira2 zaman sekarang ada gak ya, pemimpin yg spt beliau…??

library : wikipedia

Posted by : http://masshar2000@facebook.com

ZAMAN WiS AKHIR

Masuk zaman apa sekarang?

Semenjak diutusnya Muhammad bin Abdullah menjadi Nabi, Allah Subhaanahu wa ta’ala sudah menvonis bahwa ummat beliau adalah ummat akhir zaman. Jadi pengertian akhir zaman itu sudah sejak diutusnya Nabi Muhammad Sallallahu
Alaihi wa Sallam (Saw) yang merupakan Nabi terakhir. Kenyataan bahwa kita adalah ummat akhir zaman menunjukkan bahwakita saat ini hidup di akhir zaman. Menurut hadits shahih, masa akhir zaman ini terbagi menjadi lima.

Pertama,

masa kenabian,
saat Rasulullah masih hidup.

Kedua,
masa Khulafaur Rasyidin, mulai Abubakar, Umar, Usman, dan Ali.

Ketiga,
masa raja-raja menggigit (maalikan ‘adhan), yaitu masa setelah wafatnya Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu Anhu sampai runtuhnya Daulah Khilafah Utsmaniyah (1924).

Keempat,
masa maalikan jabariyan (penguasa
diktator).

Kelima,
masa
kembalinya sistem khilafah.

Saat ini kita hidup di masa yang mana?
Sekarang masa penguasa
diktator, dan sedang hot-
hot-nya.
Dr keterangan di atas
sudah jelas sbntar lg
kita masuk tahap kelima
karena sedang terjadi
pergolakan penegakkan
khilafah di damaskus/
suriah/syria
Menurut yang saya dengar
dari paraastronom, komet
akan muncul tahun 2022.
Jadi kalau pada saat itu
muncul Imam Mahdi, sebuah
perhitungan yang sangat
mungkin. Bisa jadi
kemunculan Imam Mahdi
justru akan lebih
cepatdaripada itu. Apa
ciri-ciri khusus Imam
Mahdi itu?Menurut
Rasulullah Saw, namanya
seperti nama Rasulullah
dan ayahnya pun sama
dengan ayah Rasulullah.
Ia juga disebut- sebut
ngomongnya kurang lancar,
sehingga kalau bicara
harus menepuk pahanya
dulu. Apakah itu berarti
ia gagap, wallahu a’lam.
Saat muncul, Imam Mahdi
berusia berapa? Kira-
kira seusia Nabi ketika
pertama kali perang.
Rasulullah pertama kali
perang ketika usianya
sekitar 55 tahun, Perang
Badar. Kalau begitu, saat
ini sebenarnya Imam Mahdi
sudah ada ya? Ya, sudah
ada, tapi oleh Allah Swt
belum dimunculkan. Kalau
sekarang kita tidak tahu
Imam Mahdi itu siapa,
bukan hal yang aneh,
karena memang ia fenomena
yang akan muncul
mendadak. Bukankah sudah
ada beberapa orangyang
mengaku sebagai Imam
Mahdi? Tidak bisa. Imam
Mahdi itu dibaiat oleh
313 pemuda di Kabah.
Jumlah itu sama dengan
pasukan Perang Badar.
Baiatnya bersifat
terbuka, meskipun
sebenarnya Imam Mahdi
enggan dijadikan
pemimpin. Kalau ada yang
mengaku-aku Imam Mahdi,
itu omong kosong.
Apakah kelak Imam Mahdi
akan memimpin
kekhalifahan Islam? Ya.
Sebelum itu ia akan
memimpin beberapa
peperangan dalam rangka
meruntuhkan Tatanan Dunia
Baru ini. Perang
meruntuhkan maalikan
jabariyan (penguasa
diktator) ini dimaksudkan
untuk
mewujudkan The Next World
Order (Tatanan Dunia
Kelak). Peperangan apa
saja itu? Ada empat
perang besar. Pertama,
perang melawan penguasa
semenanjung Arab. Kaum
Muslimin menang. Kedua,
perang melawan penguasa
zhalim Persia, juga
menang. Ketiga, pe rang
melawan Rum atau Eropa,
juga menang. Terakhir
perang melawan Dajjal dan
70 ribu tentara Yahudi.
Ketika Imam Mahdi sedang
berkonsolidasi di
Damaskus (Suriah), waktu
shalat Shubuh tiba.
Iqamat dikumandangkan,
lalu Imam Mahdi hendak
maju menjadi imam. Muncul
tanda besar kedua akan
terjadinya hari kiamat,
yaitu Isa eAlaihissallam
(As) turun di Menara
Putih, masjid sebelah
timur Damaskus.
Imam Mahdi memohon agar
Isa yang menjadi imam
shalat. Namun Isa As
menolak, “Demi Allah,
inilah kelebihan ummat
Muhammad, sebagian
engkau menjadi pemimpin
sebagian ummat lainnya.
Engkau pemimpin ummat
ini, Imam Mahdi, Engkau
yang memimpin shalat. Aku
menjadi ma’mum.” Sesudah
shalat, mereka bertolak
menuju hari bertemunya
dua pasukan. Yaitu
pasukan kaum Muslimin
yang dipimpin Imam Mahdi
dan Nabi Isa As, melawan
pasukan Yahudi yang
dipimpin Dajjal. Perang
ini terjadi dimana?
Persisnya saya tidak
tahu, tetapi tidak jauh
dari Baitul Maqdis.
Menurut hadits, ketika
melihat Isa As dari
kejauhan, Dajjal
“mengkerut” lalu
berusaha kabur. Ia
dikejar terus oleh Nabi
Isasampai akhirnya
terbunuh di pintu Lod,
salah satu pintu masuk ke
Baitul Maqdis.
Dajjal tewas t
ertusuk tombak. Nabi Isa
As lalu mengangkat
tinggi-tinggi tombak
itu, supaya orang-orang
yang selama ini percaya
pada Dajjal dan
menganggapnya sebagai
Tuhan, menyadari bahwa
sikap itu keliru.
Kekhalifahan nanti
pusatnya dimana?
Pusatnya di Baitul
Maqdis. Setelah umur
ummat Islam berakhir, apa
yang terjadi kemudian?
Menurut hadits, setelah
khilafah berdiri,
kemakmuran akan terjadi
dimana-mana. Pada masa
itu tetap ada orang
kafir, sampai pada masa
tertentu Allah Swt
mendatangkan tanda akhir
zaman, yaitu hembusan
angin sepoi-sepoi dari
arah Yaman (selatan). Itu
terjadi setelah wafatnya
Isa Ibnu Maryam. Semua
orang Islam, hatta yang
hanya punya keimanan
sebiji zarah, akan
menghirup udara itu dan
meninggal dengan damai.
Berakhirlah umur ummat
Islam. Di dunia tinggal
ummat yang kafir ” 24
karat ”
diisyaratkan Nabi sejak
berabad-abad yang lalu.
Kata Rasulullah Saw,
“Dajjal tidak akan muncul
sebelum ummat manusia
lupa membicarakan Dajjal
dan imam-imam di mimbar
pun tidak menerangkan
lagi tentang Dajjal.”
Rasulullah juga sudah
menganjurkan agar kita
berdoa usai membaca
tahiyat akhir di setiap
shalat, seperti
diriwayatkan Imam
Bukhari. Isi doa itu
adalah permohonan agar
kita terhindar dari
fitnah jahanam, fitnah
dunia, dan fitnah Dajjal.
Wallau’alam.

Nih gan do’a nya
Dari Abu Hurairah,
Rasulullah bersabda,
“Jika salah seorang di
antaramu telah selesai
membaca tasyahud akhir,
hendaklah ia memohon
perlindungan kepada Allah
dari empathal, dengan
membaca:
Alloohumma inni a’uuzu
bika min ‘azaabil qabri,
wa min ‘azaabi jahannam ,
wa min fitnatil mahyaaa
wal mamaati, wa min
syarri fitnatil masiihid
dajjaal
Ya Allah, aku berlindung
kepada Mu darisiksa
kubur, dari siksa neraka
jahannam, dari fitnah
hidup dan mati, dan dari
fitnah dajjal.

mudah2an bermanfaat and keep istiqamah.

Apakah Hajar Aswad itu? Mari mempelajari lebih jauh…

Hajar Aswad,
<img androi

Kisah
Sebongkah Batu
Dari Surga
Hajar Aswad, dahulu berbentuk
satu bongkahan. Namun setelah
terjadinya penjarahan yang
terjadi pada tahun 317H, pada
masa pemerintahan al Qahir
Billah Muhammad bin al
Mu’tadhid dengan cara
mencongkel dari tempatnya,
Hajar Aswad kini menjadi
delapan bongkahan kecil. Batu
yang berwarna hitam ini berada
di sisi selatan Ka’bah.
A. Asal Usul Hajar Aswad
Perlu diketahui bahwa hajar
aswad adalah batu yang
diturunkan dari surga.
Asalnya itu putih seperti
salju. Namun karena dosa
manusia dan kelakukan orang-
orang musyrik di muka bumi,
batu tersebut akhirnya
berubah jadi hitam.
ِﻦَﻋ ِﻦْﺑﺍ ٍﺱﺎَّﺒَﻋ َﻝﺎَﻗ َﻝﺎَﻗ
ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ﻪﻠﻟﺍ
ﻪﻴﻠﻋ -ﻢﻠﺳﻭ » َﻝَﺰَﻧ ُﺮَﺠَﺤْﻟﺍ
ُﺩَﻮْﺳَﻷﺍ َﻦِﻣ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ َﻮُﻫَﻭ ُّﺪَﺷَﺃ
ﺎًﺿﺎَﻴَﺑ َﻦِﻣ ِﻦَﺒَّﻠﻟﺍ ُﻪْﺗَﺩَّﻮَﺴَﻓ
ﺎَﻳﺎَﻄَﺧ « َﻡَﺩﺁ ﻰِﻨَﺑ
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma, ia berkata bahwa
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hajar aswad turun dari surga
padahal batu tersebut begitu
putih lebih putih daripada
susu. Dosa manusialah yang
membuat batu tersebut menjadi
hitam”. ( HR. Tirmidzi no.
877. Shahih menurut Syaikh Al
Albani)
ِﻦَﻋ ِﻦْﺑﺍ ٍﺱﺎَّﺒَﻋ َّﻥَﺃ َﻝﻮُﺳَﺭ
ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ﻪﻠﻟﺍ ﻪﻴﻠﻋ
-ﻢﻠﺳﻭ َﻝﺎَﻗ » ُﺮَﺠَﺤْﻟﺍ ُﺩَﻮْﺳَﻷﺍ
َﻦِﻣ َﻥﺎَﻛَﻭ ِﺔَّﻨَﺠْﻟﺍ ًﺎﺿﺎَﻴَﺑ َّﺪَﺷَﺃ
َﻦِﻣ ِﺞْﻠَّﺜﻟﺍ ﻰَّﺘَﺣ ُﻪْﺗَﺩَّﻮَﺳ
ﺎَﻳﺎَﻄَﺧ .ِﻙْﺮِّﺸﻟﺍ ِﻞْﻫَﺃ
Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma, ia berkata bahwa
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda,
“Hajar aswad adalah batu dari
surga. Batu tersebut lebih
putih dari salju. Dosa orang-
orang musyriklah yang
membuatnya menjadi
hitam.” (HR. Ahmad 1: 307.
Syaikh Syu’aib Al Arnauth
mengatakan bahwa lafazh
‘hajar Aswad adalah batu dari
surga’ shahih dengan
syawahidnya. Sedangkan bagian
hadits setelah itu tidak
memiliki syawahid yang bisa
menguatkannya. Tambahan
setelah itu dho’if karena
kelirunya ‘Atho’)
Keadaan batu mulia ini di hari
kiamat sebagaimana dikisahkan
dalam hadits,
ِﻦَﻋ ِﻦْﺑﺍ ٍﺱﺎَّﺒَﻋ َﻝﺎَﻗ َﻝﺎَﻗ
ُﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﻰﻠﺻ- ﻪﻠﻟﺍ
ﻪﻴﻠﻋ -ﻢﻠﺳﻭ ﻰِﻓ ِﺮَﺠَﺤْﻟﺍ »
ِﻪَّﻠﻟﺍَﻭ ُﻪَّﻨَﺜَﻌْﺒَﻴَﻟ ُﻪَّﻠﻟﺍ َﻡْﻮَﻳ
ِﺔَﻣﺎَﻴِﻘْﻟﺍ ُﻪَﻟ ِﻥﺎَﻨْﻴَﻋ ُﺮِﺼْﺒُﻳ
ﺎَﻤِﻬِﺑ ُﻖِﻄْﻨَﻳ ٌﻥﺎَﺴِﻟَﻭ ُﺪَﻬْﺸَﻳ ِﻪِﺑ
ﻰَﻠَﻋ ٍّﻖَﺤِﺑ ُﻪَﻤَﻠَﺘْﺳﺍ ِﻦَﻣ «
Dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata
bahwa Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda
mengenai hajar Aswad, “Demi
Allah, Allah akan mengutus
batu tersebut pada hari
kiamat dan ia memiliki dua
mata yang bisa melihat,
memiliki lisan yang bisa
berbicara dan akan menjadi
saksi bagi siapa yang benar-
benar menyentuhnya.” (HR.
Tirmidzi no. 961, Ibnu Majah
no. 2944 dan Ahmad 1: 247. Abu
Isa At Tirmidzi mengatakan
bahwa hadits ini hasan dan
Syaikh Al Albani menshahihkan
hadits ini).
Wallahu waliyyut taufiq.
Fawaid dari buku Fadhoilul
Hajj wal ‘Umroh, Dr. Nashir
bin Ibrahim Al ‘Abudiy
B. Keutamaan Hajar Aswad
Apa saja keistimewaan Hajar
Aswad dan Rukun Yamani? Kenapa
setiap orang yang berthowaf
dianjurkan untuk mengusapnya?
Simak penjelasan Yahya bin
Syarf An Nawawi Asy Syafi’i
rahimahullah berikut ini.
An Nawawi rahimahullah
menjelaskan:
Ketahuilah bahwa Ka’bah itu
memiliki empat rukun. Pertama
adalah rukun Hajar Aswad.
Kedua adalah rukun Yamani.
Rukun Hajar Aswad dan rukun
Yamani disebut dengan
Yamaniyaani. Adapun dua rukun
yang lain disebut dengan
Syamiyyaani.
Rukun Hajar Aswad memiliki dua
keutamaan, yaitu: [1] di sana
adalah letak qowa’id
(pondasi) Ibrahim ‘alaihis
salam, dan [2] di sana
terdapat Hajar Aswad.
Sedangkan rukun Yamani
memiliki satu keutamaan saja
yaitu karena di sana adalah
letak qowa’id (pondasi)
Ibrahim. Sedangkan di rukun
yang lainnya tidak ada salah
satu dari dua keutamaan tadi.
Oleh karena itu, Hajar Aswad
dikhususkan dua hal, yaitu
mengusap dan menciumnya
karena rukun tersebut
memiliki dua keutamaan tadi.
Sedangkan rukun Yamani
disyariatkan untuk
mengusapnya dan tidak
menciumnya karena rukun
tersebut hanya memiliki satu
keutamaan. Sedangkan rukun
yang lainnya tidak dicium dan
tidak diusap. Wallahu a’lam.
Al Minhaj Syarh Shahih Muslim,
Yahya bin Syarf An Nawawi, Dar
Ihya’ At Turots, cetakan
kedua, 1392, 9/14
C. Apakah Kaum Musilimin
Menyembah Ka’bah dan Hajar
Aswad?
Syaikh Shalih Al-Fauzan
ditanya : “Bagaimana
membantah orang atheis yang
mengatakan, “Wahai kaum
muslimin, kalian sendiri
menyembah batu (hajar Aswad)
dan berputar mengelilinginya!
Lantas kenapa kalian
menyalah-nyalahkan yang lain
menyembah berhala dan patung/
gambar?”
Syaikh Shalih Al-Fauzan
memberikan jawaban sebagai
berikut,
Ini jelas kebohongan yang
nyata, kami sama sekali tidak
menyembah batu (Hajar Aswad),
melainkan kami menyentuhnya
dan menciumnya sebagaimana
yang Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam lakukan. Ini artinya
kami lakukan hal tersebut
dalam rangka ibadah dan
mengikuti Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam. Mencium
Hajar Aswad adalah bagian dari
ibadah sebagaimana kita wuquf
di ‘Arofah, bermalam di
Muzdalifah dan thawaf
keliling baitullah (Ka’bah).
Juga kita mencium Hajar Aswad
dan menyentuhnya atau memberi
isyarat padanya, itu semua
adalah bentuk ibadah pada
Allah, bukan berarti
menyembah batu tersebut.
Lebih dari itu, kita bisa
beralasan dengan apa yang
dilakukan oleh Umar bin Al
Khattab radhiyallahu ‘anhuu
ketika mencium Hajar Aswad.
Ketika itu beliau mengatakan,
ﻲِّﻧِﺇ ُﻢَﻠْﻋَﻷ َﻚَّﻧََﺃ ٌﺮَﺠَﺣ َﻻ ُّﺮُﻀَﺗ
َﻻُﻭ ُﻊَﻔْﻨَﺗ ، َﻻْﻮَﻟَﻭ ﻲِّﻧَﺃ ُﺖْﻳَﺃَﺭ
َﻝﻮُﺳَﺭ ﻪﻠﻟﺍ ِ َﻚُﻠِّﺒَﻘُﻳ ﺎَﻣ
َﻚُﺘﻠَّﺒَﻗ (ﻪﻴﻠﻋ ﻖﻔﺘﻣ)
“Memang aku tahu bahwa engkau
hanyalah batu, tidak dapat
mendatangkan manfaat atau
bahaya. Jika bukan karena aku
melihat Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam menciummu,
aku tentu tidak akan
menciummu.” (HR. Bukhari 1597
dan Muslim 1270)
Oleh karena itu, masalah ini
adalah berkaitan dengan
bagaimana umat Islam
mengikuti tuntunan Nabinya
dan bukan menyembah batu
(Hajar Aswad). Jadi,
sebenarnya mereka yang
menyebarkan isu demikian
telah merencanakan kebohongan
atas umat Islam, kita sama
sekali tidak menyembah
Ka’bah. Bahkan yang kita
sembah adalah Rabb pemilik
Ka’bah. Begitu pula kita
melakukan thawaf keliling
Ka’bah dalam rangka ibadah
pada Allah ‘azza wa jalla
karena Allah-lah yang
memerintahkan kita untuk
melakukan seperti itu. Kita
melakukan demikian hanya
menaati Allah ‘azza wa jalla
dan mengikuti tuntunan Rasul
shallallahu ‘alaihi wa
sallam. ['Aqidatul-Haaj Fi
Dhouil Kitaab was Sunnah,
Syaikh Sholeh Al Fauzan,
hal.22-23.]
Syaikh Muhammad bin Shalih
Al-’Utsaimin ditanya,
“Apakah hikmah mencium hajar
aswad itu adalah tabarruk
(mencari berkah) ?”
Beliau -rahimahullah-
menjawab,
Hikmah thawaf telah
dijelaskan oleh Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam
dengan sabdanya,
ﺎَﻤَّﻧِﺇ َﻞِﻌُﺟ ُﻑﺍَﻮَّﻄﻟﺍ ِﺖْﻴَﺒْﻟﺎِﺑ
َﻦْﻴَﺑَﻭ ﺎَﻔَّﺼﻟﺍ ِﺓَﻭْﺮَﻤْﻟﺍَﻭ
ُﻲْﻣَﺭَﻭ ِﺭﺎَﻤِﺠْﻟﺍ ِﺔَﻣﺎَﻗِﻹ ِﺮْﻛِﺫ
.ِﻪﻠﻟﺍ
“Sesungguhnya Thawaf di
Ka’bah, Sa’i di antara Shafa
dan Marwah, dan melontar
jumroh itu dijadikan untuk
menegakkan dzikrullah
(Berdzikir kepada Allah).”
Pelaku Thawaf yang mengitari
Baitullah itu dengan hatinya
ia melakukan pengagungan
kepada Allah Subhannahu wa
Ta’ala yang menjadikannya
selalu ingat kepada Allah,
semua gerak-geriknya, seperti
melangkah, mencium dan
beristilam kepada hajar dan
sudut (rukun) yamani dan
memberi isyarat kepada hajar
aswad sebagai dzikir kepada
Allah Ta’ala, sebab hal itu
bagian dari ibadah kepada-
Nya. Dan setiap ibadah adalah
dzikir kepada Allah dalam
pengertian umumnya. Adapun
takbir, dzikir dan do’a yang
diucapkan dengan lisan adalah
sudah jelas merupakan
dzikrullah; sedangkan mencium
hajar aswad itu merupakan
ibadah di mana seseorang
menciumnya tanpa ada hubungan
antara dia dengan hajar aswad
selain beribadah kepada Allah
semata dengan mengagungkan-
Nya dan mencontoh Rasulullah
Shalallaahu alaihi wasalam
dalam hal itu, sebagaimana
ditegaskan oleh Amirul
Mu’minin, Umar bin Khattab
Radhiallaahu anhu ketika
beliau mencium hajar aswad
mengatakan,
ﻲِّﻧِﺇ ُﻢَﻠْﻋَﻷ َﻚَّﻧََﺃ ٌﺮَﺠَﺣ َﻻ ُّﺮُﻀَﺗ
َﻻُﻭ ُﻊَﻔْﻨَﺗ ، َﻻْﻮَﻟَﻭ ﻲِّﻧَﺃ ُﺖْﻳَﺃَﺭ
َﻝﻮُﺳَﺭ ﻪﻠﻟﺍ ِ َﻚُﻠِّﺒَﻘُﻳ ﺎَﻣ
َﻚُﺘﻠَّﺒَﻗ (ﻪﻴﻠﻋ ﻖﻔﺘﻣ)
“Sesungguhnya aku tahu bahwa
engkau (hajar aswad) tidak
dapat mendatangkan bahaya,
tidak juga manfa’at. Kalau
sekiranya aku tidak melihat
Rasulullah Shalallaahu alaihi
wasalam menciummu, niscaya
aku tidak akan menciummu.”
Adapun dugaan sebagian orang-
orang awam (bodoh) bahwa
maksud dari mencium hajar
aswad adalah untuk mendapat
berkah adalah dugaan yang
tidak mempunyai dasar, maka
dari itu batil. Sedangkan
yang dinyatakan oleh sebagian
kaum Zindiq (kelompok sesat)
bahwa thawaf di Baitullah itu
sama halnya dengan thawaf di
kuburan para wali dan ia
merupakan penyembahan
terhadap berhala, maka hal itu
merupakan kezindikan
(kekufuran) mereka, sebab
kaum Muslimin tidak melakukan
thawaf kecuali atas dasar
perintah Allah, sedangkan apa
saja yang perintahkan oleh
Allah, maka melaksanakannya
merupakan ibadah kepada-Nya.
Tidakkah anda tahu bahwa
melakukan sujud kepada selain
Allah itu merupakan syirik
akbar, namun ketika Allah
Subhannahu wa Ta’ala
memerintahkan kepada para
malaikat agar sujud kepada
Nabi Adam, maka sujud kepada
Adam itu merupakan ibadah
kepada Allah Subhannahu wa
Ta’ala dan tidak melakukannya
merupakan kekufuran?

semoga bermanfaat.