Akhir Zaman – Turunnya nabi ISA AS.

Kapan Turunnya Nabi ISA AS?
tentang kemunculan Al-Mahdi
dan keluarnya Dajjal selalu
beriringan dengan pembahasan
turunnya Nabi Isa as.
Kedatangan Isa yang akan
memberikan dukungan terhadap
Al Mahdi danThaifah Manshurah
yang bersamanya, lalu
memerangi Dajjal dan
membunuhnya merupakan bagian
dari keimanan seorang muslim
terhadap tanda-tanda kiamat
kubra. Turunnya Nabi Isa di
akhir zaman adalah masalah
akidah yang telah tetap
berdasar Al-Qur’an dan As-
Sunnah Ash-Shahihah yang
mencapai derajat mutawatir.
Dalil-dalil dari Al-Qur’an
Pertama, firman Allah Ta’ala:
Dan sesungguhnya Isa itu
benar-benar memberikan
pengetahuan tentang hari
kiamat. Karena itu janganlah
kamu ragu-ragu tentang kiamat
itu dan ikutilah Aku. Inilah
jalan yang lurus.” (QS. Az
Zukhruf [43]: 57-61).
Konteks ayat-ayat ini
bercerita tentang kisah Nabi
Isa. Pada akhir rangkaian
ayat-ayat tersebut, Allah
berfirman ????????? ???????? ???????????
Dan sesungguhnya Isa itu
benar-benar memberikan
pengetahuan tentang hari
kiamat. Maknanya adalah,
turunnya Nabi Isa sebelum
terjadinya kiamat kelak
merupakan pertanda bahwa
terjadinya kiamat sudah sangat
dekat. Makna ini dikuatkan
oleh qira’ah Ibnu Abbas,
Mujahid dan sejumlah ulama
tafsir lainnya yang membaca
ayat ini dengan memfathahkan
huruf ‘ain dan lampada lafal
la-‘ilmun sehingga
menjadi ????????? ???????? ???????????,
yang maknanya adalah ‘Dan
sesungguhnya Isa itu benar-
benar merupakan salah satu
tanda (dekatnya) hari
kiamat’. (Tafsir Ath-Thabari
dan Tafsir Al-Qurthubi).
Kedua, firman Allah Ta’ala:
“Tetapi (yang sebenarnya),
Allah telah mengangkat Isa
kepada-Nya. Dan adalah Allah
Maha Perkasa lagi Maha
Bijaksana.” “Tidak ada seorang
pun dari ahli kitab kecuali
akan beriman kepadanya (Isa)
sebelum kematiannya. Dan pada
hari kiamat nanti Isa akan
menjadi saksi terhadap
mereka.” (QS. An-Nisa’ [4]:
157-159).
Ayat-ayat dalam surat An-
Nisa’ di atas menjelaskan
bahwa orang-orang Yahudi tidak
mampu membunuh Nabi Isa, tidak
pula mampu menyalibnya, karena
Nabi Isa telah diangkat oleh
Allah Ta’ala ke langit lengkap
dengan jasad dan ruhnya. Nabi
Isa tidak dibunuh dan tidak
disalib, tetapi ada orang yang
diserupakan dengan Isa di mata
mereka, dan orang itulah yang
mereka salib sebagaimana
firman Allah Ta’ala: Tetapi
(yang sebenarnya), Allah telah
mengangkat Isa kepada-Nya.
Makna lafazh di dalam firman
Allah ???? ???????? ??????? ????????
mengandung arti bahwa Allah
telah mengangkat Isa lengkap
dengan jasad dan ruhnya,
sehingga dengan demikian
tercapai bantahan terhadap
pengakuan orang-orang Yahudi
bahwa mereka telah membunuh
dan menyalibnya, karena
pembunuhan dan penyaliban itu
hanya terjadi pada jasad saja.
Dalam hal ini, pengangkatan
ruhnya saja tidak cukup untuk
membantah pengakuan mereka
itu. Karena yang disebut oleh
Isa itu mencakup badan dan ruh,
sehingga tidak cukup dengan
hanya menyebut salah satu dari
kedua unsur itu, kecuali ada
bukti yang membenarkan,
sedangkan di sini tidak ada
bukti seperti itu. Lagi pula,
pengangkatan ruh dan jasadnya
secara keseluruhan itu sesuai
dengan keperkasaan Allah Yang
Maha Sempurna, dan sesuai
dengan hikmah, kemuliaan dan
pertolongan yang diberikan
Allah kepada Rasul-Nya yang
dikehendaki-Nya.
Dalil-Dalil dari As-Sunnah
Terdapat banyak hadits shahih
yang menjelaskan bahwa Nabi
Isa belum wafat. Isa diangkat
oleh Allah ke langit —
sebagaimana dijelaskan oleh
ayat-ayat di atas— dan kelak
di akhir zaman akan turun
kembali ke dunia untuk
memerangi Dajjal, menegakkan
keadilan Islam, dan akhirnya
wafat dan dikebumikan di bumi
layaknya manusia yang lain. Di
antara hadits-hadits tersebut
adalah,
1. Rasulullah bersabda: “Tidak
akan terjadi kiamat sehingga
turun kepada kalian Ibnu
Maryam sebagai hakim yang
adil, ia mematahkan salib,
membunuh babi, menghentikan
jizyah dan melimpahkan harta
sehingga tidak ada seorang pun
yang mau menerima pemberian
harta.” (HR. Bukhari: no.
2296).
2. Rasulullah bersabda:
“Bagaimana keadaan kalian
apabila Ibnu Maryam turun di
antara kalian sedangkan yang
menjadi imam (pemimpin) kalian
berasal dari kalangan kalian
sendiri?” (HR. Bukhari: Kitabu
ahaditsil anbiya’ no. 3193 dan
Muslim: Kitabul iman no. 222,
223, 224).
3. Dari Jabir bin Abdullah ia
berkata: Saya mendengar Nabi
bersabda: “Akan senantiasa ada
di antara umatku satu kelompok
yang berperang di atas
kebenaran, mereka senantiasa
menang hingga hari kiamat.”
Beliau bersabda: “Lantas Isa
ibnu Maryam turun, maka
pemimpin kelompok tersebut
berkata, ‘Kemarilah,
shalatlah sebagai imam kami!’
Maka Isa menjawab, “Tidak,
sebagian kalian memimpin
sebagian yang lain sebagai
penghormatan Allah terhadap
umat ini.” (HR. Muslim:
Kitabul iman no. 225).
Bagaimana dan kapan Nabi Isa
turun ke Bumi ?
Setelah Dajjal muncul dan
melakukan perusakan dan
penghancuran di muka bumi,
Allah mengutus Isa
‘alaihissalam untuk turun ke
bumi turun di menara putih di
timur Damsyiq, Siria. Beliau
mengenakan dua buah pakaian
yang dicelup dengan waras dan
za’faran; beliau taruh kedua
telapak tangan beliau di sayap
dua orang Malaikat. Bila
beliau menundukkan kepala,
meneteslah / menurunlah
rambutnya, dan bila diangkat
kelihatan landai seperti
mutiara. Dan tidak ada orang
kafir yang mencium nafasnya
kecuali akan mati, dan
nafasnya itu sejauh pandangan
matanya.
Beliau akan turun pada
kelompok yang diberi
pertolongan oleh Allah yang
berperang untuk menegakkan
kebenaran dan bersatu-padu
menghadapi Dajjal. Nabi Isa
as. turun pada waktu sedang
diiqamati shalat, lantas
beliau shalat di belakang
pemimpin kelompok itu.
Rasulullah shallallahu alaihi
wa sallam bersabda:
“Ketika Allah telah mengutus
al-Masih Ibnu Maryam, maka
turunlah ia di menara putih di
sebelah timur Damsyiq dengan
mengenakan dua buah pakaian
yang dicelup dengan waras dan
za’faran, dan kedua telapak
tangannya diletakkannya di
sayap dua Malaikat; bila ia
menundukkan kepala maka
menurunlah rambutnya, dan jika
diangkatnya kelihatan landai
seperti mutiara. Maka tidak
ada orang kafirpun yang
mencium nafasnya kecualipasti
meninggal dunia, padahal
nafasnya itu sejauh mata
memandang. Lain Isa mencari
Dajjal hingga menjumpainya
dipintu Lud, lantas dibunuhnya
Dajjal. Kemudian Isa datang
kepada suatu kaum yang telah
dilindungi oleh Allah dari
Dajjal, lalu Isa mengusap
wajah mereka dan memberi tahu
mereka tentang derajat mereka
di surga.” ((Shahih Muslim,
Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa
‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18:
67-68).
Ibnu Katsir berkata, “Inilah
yang termasyhur mengenai
tempat turunnya Isa, yaitu di
menara putih bagian timur
Damsyiq. Dan dalam beberapa
kitab saya baca beliau turun di
menara putih sebelah timur
masjid Jami’ Damsyiq, dan ini
rupanya pendapat yang lebih
terpelihara. Karena di Damsyiq
tidak dikenal ada menara di
bagian timur selain di sebelah
Masjid Jami’ Umawi di Damsyiq
sebelah timur. Inilah pendapat
yang lebih sesuai karena
beliau turun ketika sedang
dibacakan iqamat untuk shalat,
lalu imam kaum Muslimin
berkata kepada beliau, “Wahai
Ruh Allah, majulah untuk
mengimami shalat.” Kemudian
beliau menjawab, “Anda saja
yang maju menjadi imam, karena
iqamat tadi dibacakan untuk
Anda.” Dan dalam satu riwayat
dikatakan bahwa Isa berkata,
“Sebagian Anda merupakan amir
(pemimpin) bagi sebagian yang
lain, sebagai penghormatan
dari Allah untuk umat
ini.” (Shahih Muslim).
Tersebarnya Keamanan dan
Barakah pada Zaman Isa
‘Alaihis-salam
Betapa menyenangkan seandainya
kita termasuk yang mendapatkan
karunia untuk tinggal semasa
dengan nabi Isa as. Karena di
masa beliau kehidupan manusia
benar benar aman dan damai,
bahkan kedamaian itu bukan
hanya milik manusia, tetapi
juga merata hingga kepada
binatang. Zaman Isa
‘alaihissalam (setelah turun
kembali ke bumi) ini merupakan
zaman yang penuh keamanan,
kesejahteraan, dan kemakmuran
serta kelapangan. Allah
menurunkan hujan yang lebat,
bumi menumbuhkan tumbuh-
tumbuhan dan buah-buahan serta
banyak barakahnya, harta
melimpah ruah; dendam, dengki,
dan kebencian hilang sirna.
Dalam hadits Nawwas bin Sam’an
yang panjang yang membicarakan
tentang Dajjal, turunnya Isa,
keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
pada zaman Isa ‘alaihissalam,
dan do’a Isa agar mereka
dihancurkan, Rasulullah saw
bersabda:
“… Kemudian Allah menurunkan
hujan, dan tak ada rumah tanah
liat maupun bulu yang dapat
menahan airnya, lantas mencuci
bumi hingga bersih seperti
cermin kaca. Kemudian
diperintahkan kepada kami:
‘Tumbuhkanlah buah-buahanmu
dan kembalikanlah barakahmu.’
Maka pada hari itu sejumlah
orang dapat memakan buah
delima dan bernaung di
bawahnya. Dan susupun diberi
barakah, sehingga susu seekor
unta bunting yang sudah dekat
melahirkan dapat mencukupi
banyak orang, susu seekor sapi
mencukupi untuk orang satu
kabilah, dan susu seekor
kambing mencukupi untuk satu
keluarga….” (Shahih Muslim,
Kitabul Fitan, Bab Dzikrid
Dajjal 18: 63-70)
Rasulullah saw bersabda :
“Demi Allah, sesungguhnya Isa
putra Maryam akan turun ke bumi
sebagai hakim yang adil..dsb.

Posted by:http://masshar2000@facebook.com

Iklan

hijab dan jilbab…(fashionable ) kian membumi..

INILAH BUKTI BAHWA HIJAB
INDONESIA SUDAH MENDUNIA

– Fashion blogger
khusus busana muslim memikat
para pelanggan dari Berbagai
negara. Keajaiban lain dari jagat
maya.
Hijab Indonesia
Suatu malam Suci Utami
terkaget-kaget mendapat e-
mail dari seorang perempuan
warga Nigeria. Surat elektronik
itu berisi pesanan sejumlah hijab
(jilbab) merek Such! bikinannya.
“Saya sampai merinding disko.
Enggak nyangka ada orderan
hijab dari Afrika,” kata Suci,
25 tahun, seorang fashion
blogger khusus busana muslim.
Perempuan Nigeria itu tertarik
memesan setelah melihat video
hijab tutorial di YouTube. Video
itu memperlihatkan aksi Suci
mengkreasikan hijab model layer.
Di pengujung video, Suci
mencantumkan alamat blognya,
lastminutegirl.blogspot.com.
Lewat bloglah keduanya
kemudian berkomunikasi.
Lebih dari seribu hijab dan inner
ninja (dalaman hijab) dijual Suci
saban bulan. Bukan hanya ke
Nigeria, produk berlabel Such!
juga sudah merambah pelbagai
negara lain. Sejak diluncurkan
pada 2011, Such! pernah
dipesan warga Prancis,
Australia, Afganistan,
Singapura, Malaysia, Belgia, dan
Rusia.
Suci menilai larisnya produk
Such! sebagai bukti betapa
dahsyatnya kemampuan blog
menyedot massa. “Ini the power
of online,” ujar lulusan
Komunikasi Pemasaran London
School tersebut. Ia sendiri tak
mengira blognya bakal
digandrungi banyak hijaber–
sebutan untuk mereka yang
mengenakan jilbab–dari
pelbagai negara.
Hobi Suci mejeng di blog
terinspirasi langkah fashion
blogger muslim Hana Tajima. Dia
juga terilhami sejumlah narablog
mode lainnya, seperti Diana
Rikasari dan Dian Pelangi.
Melihat Hana, Diana, dan Dian
kerap memasang foto fashion
mereka di blog, Suci pun
ketularan.
Awalnya, Suci sekadar
mengunggah foto-foto
centilnya saat memadu-
padankan baju dan hijab.
Layaknya fashion blogger, ia
juga membubuhkan sejumlah
keterangan terkait dengan
fashion item yang dikenakan,
seperti merek dan tempat ia
membelinya.
Gaya berhijab yang kasual dan
penuh warna menjadi pilihan
Suci. Saat ditemui Tempo di Mal
Pondok Indah, Jakarta, Rabu
lalu, Suci mengenakan cardigan
oranye neon, hijab cerruti,dan
maxi dress bikinan Such! warna
cokelat, serta tas dan sepatu
teplek warna camel.
Kekhasan gaya berpakaian Suci
yang tak pernah meninggalkan
warna ngejreng disukai pembaca
blognya. Suci, yang mengunggah
artikel di blog sepekan dua kali,
mengaku kebanjiran e-mail dari
pembaca sejak rajin memasang
foto di blog pada 2010.

image

Mereka umumnya menanyakan
tip padu-padan baju yang unik
sepertinya.
Banyaknya respons positif
terhadap blog fashion-nya
membuat Suci tergelitik
membuat clothing line. Pada
2011, ia pun meluncurkan label
Such! by Suci Utami, yang
menjual produk inner ninja,
terusan, dan hijab. Label
tersebut dikelola Suci bersama
sang suami, Budy Kurnia
Djuanda.
Dipasarkannya Such! secara
online sedikit mengubah cara
Suci ngeblog. Sementara
awalnya sekadar iseng, Suci
kemudian mulai membuat foto-
foto yang lebih terkonsep. Ia
juga mulai membuat video hijab
tutorial yang diunggah di
YouTube. Walhasil, pesanan
demi pesanan produk pun makin
banyak ia dapatkan, seiring
dengan jumlah pengunjung
blognya yang menderas.
Menurut Suci, kesuksesannya
berbisnis fashion via blog juga
berkat kawan-kawan se-
gengnya di Hijabers Community.
Anggota komunitas hijaber
tersebut, seperti Dian Pelangi,
Ina Rovi, Ria Miranda, Nalia
Rifika, Fitri Aulia, dan Siti
Juwariyah, disebut saling
sokong dalam bisnis fashion.
“Kami awalnya saling follow
blog, karena saat itu memang
belum banyak referensi berhijab.
Baru setelah itu kami kopi
darat, dan sukses bareng
dengan clothing line masing-
masing,” ujarnya. “Kalau saya
bilang, kami ini menginspirasi
satu sama lain.”

image

Saling bantu dalam bisnis hijab
fashion dibenarkan Siti, pemilik
blog sitisstreet.blogspot.com.
Siti mencontohkan, saat
meluncurkan produk anyar lewat
label Kaffah, ia biasanya
mengenakan fashion item bikinan
anggota Hijabers Community
lainnya. “Kami itu sama-sama
jualan hijab, tapi enggak saingan.
Malah selama ini saling promosiin
produk anggota lain,” katanya.
Bukan hanya itu, ia dan Suci
juga sudah berduet membuat
DVD panduan memakai hijab,
yang diluncurkan pertengahan
tahun lalu. Seribu keping DVD
ludes dalam waktu empat bulan.
Terilhami kesuksesan itu, Siti
dan Suci berniat membuat DVD
hijab tutorial jilid dua.
Rencananya, dalam DVD
tersebut keduanya akan
mengajarkan sepuluh gaya
berhijab.

image

Menurut Siti, ia memutuskan
berduet dengan Suci dalam
proyek DVD karena gaya
berhijab keduanya berbeda. Suci
tergolong berani bermain
tabrak warna, sedangkan Siti
lebih suka cari aman. Warna-
warna pastel dan gelap kerap
jadi pilihannya dalam bergaya
“simple-casual but chic”.
“Aku kurang suka gaya yang
heboh. Suka pusing sendiri lihat
ibu-ibu yang berlebihan kalau
pakai hijab,” kata pencinta
kalung ini, yang produk hijabnya
sudah tersebar di Singapura,
Malaysia, dan enam kota di
Indonesia.
Proyek berbasis pertemanan
sebagai sesama hijab fashion
blogger lainnya adalah novel
Hijabist: Confessions of Hijab
Fashion Bloggers. Novel itu
ditulis Suci, Siti, dan Restu
Anggraini. Tahun ini, kata Siti, ia
dan kedua kawannya bakal
menulis sekuel novel yang
berkisah tentang perjalanan
bisnis fashion mereka.
Lewat buku, Siti, Suci, dan
Restu berharap bisa berbagi
kisah positif yang memberi
inspirasi. Hal itu diiyakan
anggota Hijabers Community
lainnya, Fitri Aulia. Pemilik label
Kivitz itu mengaku serius
menjadi fashion blogger sejak
2010, karena ingin memberi
contoh berhijab yang sesuai
dengan akidah.
Fitri menilai selama ini masih
banyak muslimah yang cara
berjilbabnya tidak syar’i. “Saya
ingin menunjukkan, begini lho
berhijab yang modis tapi tidak
keluar jalur akidah,” kata
penggemar Hana Tajima yang
mulai berjilbab sejak 2008 ini.
Lewat blog kivitz.blogspot.com,
perempuan 24 tahun ini
menuangkan ide berhijab yang ia
pandang ideal. Kivitz sendiri
selama ini konsisten
mengeluarkan produk terusan,
rok, blazer, dan jilbab. Celana
tidak pernah diproduksi Kivitz
lantaran dianggap Fitri tak
sesuai dengan gayanya.
Menurut Fitri, sampai saat ini ia
tak bosan terus berkomunikasi
dengan pembaca blognya, baik
lewat fitur “comment” maupun
e-mail. Dengan begitu, bukan
hanya dagangannya yang laris,
niatnya berdakwah pun
tersampaikan.

image

* beda antara hijab dan jilbab

hijab artinya penutup atau penghalang..
jilbab artinya penutup kepala, dada,dan bagian belakang tubuh.

jadi jilbab pasti hijab, sedang hijab blm pasti jilbab, krn beda konteksnya.
sedangkan didalam islam, sebenarnya tdk mengenal istilah hijab dlm cara wanita berpakaian, krn yg di sebutkan hanya jilbab dan kerudung..yaitu yg menutup aurat dari kepala, dada, tangan,tubuh dan bagian kaki..hanya menyisakan bagian telapak tangan dan muka ( seperti waktu sholat ).
perhatikan gambar:

image

jadi hijab adl fashionable saja,
tp bagaimanapun itu jg lebih baik daripada tdk menutup aurat sama sekali…istilahnya adalah latihan dulu..ibarat anak kecil yg berpuasa,tentu akan latihan puasa setengah hari (aslinya kan tdk ada puasa setengah hari).
intinya kalau memakai hijab,jangan memakai pakaian yg ketat yg menonjolkan anggota tubuh, terlebih bisa mengundang nafsu kaum adam.
so…jangan malu untuk belajar..mulailah dari yg mudah dulu, berhijab ( sekarang udah jd trend lho )..dan kamu pasti akan tampil beda..lebih cantik dan anggun…
ayo jadilah inspirasi bagi teman-teman kamu….Hijab is Fashionable…( kian membumi sis.. ).

library : islamedia, viva forum
posted by : http://masshar2000@facebook.com

Syeh Siti Jenar – Manunggaling Kawula Gusti

Syekh Siti Jenar

(juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit,
Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai sufi dan salah seorang penyebar agama Islam
di Pulau Jawa .
Tidak ada yang mengetahui secara
pasti asal-usulnya. Di masyarakat, terdapat banyak variasi cerita
mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.
Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu
Manunggaling Kawula Gusti. Akan tetapi, sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah seorang intelektual yang telah memperoleh esensi Islam itu sendiri. Ajaran-ajarannya tertuang dalam karya sastra
buatannya yang disebut pupuh. Ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.
Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang dinilai bertentangan dengan ajaran Walisongo .
Pertentangan praktik sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

Konsep dan ajaran Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati , Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut.

Syekh Siti Jenar memandang bahwa
kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian.
Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru
disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi
olehnya.
Sebagai konsekuensinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak dapat dikenai hukum yang
bersifat keduniawian, misalnya hukum negara, tetapi tidak
termasuk hukum syariat peribadatan sebagaimana yang
ditentukan oleh syariah. Menurut
ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Syekh Siti
Jenar, manusia di  dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam
yang lima, yaitu syahadat , Sholat ,
puasa , zakat , dan haji .

Baginya, syariah baru akan
berlaku setelah manusia menjalani
kehidupan pasca kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah itu ada dalam dirinya, yaitu di
dalam budi. Pemahaman
inilah yang
Syekh Siti Jenar

 

(juga dikenal dalam banyak nama lain, antara lain Sitibrit,

Lemahbang, dan Lemah Abang) adalah seorang tokoh yang dianggap sebagai sufi dan salah seorang penyebar agama Islam

di Pulau Jawa .

Tidak ada yang mengetahui secara

pasti asal-usulnya. Di masyarakat, terdapat banyak variasi cerita

mengenai asal-usul Syekh Siti Jenar.

Sebagian umat Islam menganggapnya sesat karena ajarannya yang terkenal, yaitu

Manunggaling Kawula Gusti. Akan tetapi, sebagian yang lain menganggap bahwa Syekh Siti Jenar adalah seorang intelektual yang telah memperoleh esensi Islam itu sendiri. Ajaran-ajarannya tertuang dalam karya sastra

buatannya yang disebut pupuh. Ajaran yang sangat mulia dari Syekh Siti Jenar adalah budi pekerti.

 

 

Syekh Siti Jenar mengembangkan ajaran cara hidup sufi yang dinilai bertentangan dengan ajaran Walisongo .

Pertentangan praktik sufi Syekh Siti Jenar dengan Walisongo terletak pada penekanan aspek formal ketentuan syariah yang dilakukan oleh Walisongo.

 

Konsep dan ajaran Ajaran Syekh Siti Jenar yang paling kontroversial terkait dengan konsepnya tentang hidup dan mati , Tuhan dan kebebasan, serta tempat berlakunya syariat tersebut.

 

Syekh Siti Jenar memandang bahwa

kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian.

Sebaliknya, apa yang disebut umum sebagai kematian, justru

disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi

olehnya.

Sebagai konsekuensinya, kehidupan manusia di dunia ini tidak dapat dikenai hukum yang

bersifat keduniawian, misalnya hukum negara, tetapi tidak

termasuk hukum syariat peribadatan sebagaimana yang

ditentukan oleh syariah. Menurut

ulama pada masa itu yang memahami inti ajaran Syekh Siti

Jenar, manusia di  dunia ini tidak harus memenuhi rukun Islam

yang lima, yaitu syahadat , Sholat ,

puasa , zakat , dan haji .

 

Baginya, syariah baru akan

berlaku setelah manusia menjalani

kehidupan pasca kematian. Syekh Siti Jenar juga berpendapat bahwa Allah itu ada dalam dirinya, yaitu di

dalam budi. Pemahaman

inilah yang

dipropagandakan oleh

para ulama pada masa

itu, mirip dengan

konsep Al-Hallaj

(tokoh sufi Islam

yang dihukum mati

pada awal sejarah

perkembangan Islam,

kira-kira pada abad

ke-9 Masehi) tentang

hulul yang berkaitan

dengan kesamaan sifat

Tuhan dan manusia.

Dimana seharusnya

pemahaman ketauhidan

melewati empat tahap,

yaitu:

Syariat, dengan

menjalankan hukum-

hukum agama seperti

salat, zakat, dan

lain-lain,

Tarekat, dengan

melakukan amalan-

amalan seperti wirid,

zikir dalam waktu dan

hitungan tertentu,

Hakekat, di mana

hakikat dari manusia

dan kesejatian hidup

akan ditemukan, dan

Makrifat,

kecintaan kepada

Allah dengan makna

seluas-luasnya.

Bukan berarti bahwa

setelah memasuki

tahapan-tahapan

tersebut, maka

tahapan di bawahnya

ditiadakan.

Pemahaman inilah yang

kurang bisa

dimengerti oleh para

ulama pada masa itu

tentang ilmu tasawuf

yang disampaikan oleh

Syekh Siti Jenar.

Ilmu yang baru bisa

dipahami ratusan

tahun setelah

wafatnya Syekh Siti

Jenar. Para ulama

mengkhawatirkan

adanya

kesalahpahaman dalam

menerima ajaran yang

disampaikan oleh

Syekh Siti Jenar

kepada masyarakat

awam di mana pada

masa itu, ajaran

Islam yang harus

disampaikan

seharusnya masih pada

tingkatan syariat,

sedangkan ajaran

Syekh Siti Jenar

telah jauh memasuki

tahap hakekat, bahkan

makrifat kepada

Allah. Oleh karena

itu, ajaran yang

disampaikan oleh

Syekh Siti Jenar

hanya dapat dibendung

dengan label sesat.

Dalam pupuhnya, Syekh

Siti Jenar merasa

malu apabila harus

memperdebatkan

masalah agama.

Alasannya sederhana,

yaitu dalam agama apa

pun, setiap

pemeluknya

sebenarnya menyembah

zat Yang Maha Kuasa ,

hanya saja masing-

masing menyembah

dengan menyebut nama

yang berbeda dan

menjalankan ajaran

dengan cara yang

belum tentu sama.

Oleh karena itu,

masing-masing

pemeluk agama tidak

perlu saling berdebat

untuk mendapat

pengakuan bahwa agama

yang dianutnya adalah

yang paling benar.

Syekh Siti Jenar juga

mengajarkan agar

seseorang dapat lebih

mengutamakan prinsip

ikhlas dalam

menjalankan ibadah.

Orang yang beribadah

dengan mengharapkan

surga atau pahala

berarti belum bisa

disebut ikhlas.

 

“Manunggaling Kawula

Gusti”

 

Dalam ajarannya ini,

pendukungnya

berpendapat bahwa

Syekh Siti Jenar

tidak pernah menyebut

dirinya sebagai

Tuhan . Arti dari

Manunggaling Kawula

Gusti dianggap bukan

bercampurnya Tuhan

dengan makhluk-Nya,

melainkan bahwa Sang

Pencipta adalah

tempat kembali semua

makhluk dan dengan

kembali kepada

Tuhannya, manusia

telah bersatu dengan

Tuhannya.

Dalam ajarannya pula,

Manunggaling Kawula

Gusti bermakna bahwa

di dalam diri manusia

terdapat roh yang

berasal dari roh

Tuhan sesuai dengan

ayat Al-Quran yang

menerangkan tentang

penciptaan manusia:

“ Ketika

Tuhanmu

berfirman

kepada

malaikat:

“Sesungguhnya

Aku akan

menciptakan

manusia dari

tanah. Maka

Dengan demikian ruh

manusia akan menyatu

dengan ruh Tuhan

dikala penyembahan

terhadap Tuhan

terjadi. Perbedaan

penafsiran ayat Al-

Qur’an dari para

murid Syekh Siti

inilah yang

menimbulkan polemik

bahwa di dalam tubuh

manusia bersemayam

ruh Tuhan, yaitu

polemik paham

Manunggaling Kawula

Gusti.

Pengertian Zadhab

Dalam kondisi manusia

modern seperti saat

ini, sering ditemui

manusia yang

mengalami zadhab atau

kegilaan berlebihan

terhadap Allah.

Mereka belajar

tentang bagaimana

Allah bekerja

sehingga ketika

keinginannya sudah

lebur terhadap

kehendak Allah, maka

yang ada dalam

pikirannya hanyalah

Allah. Di

sekelilingnya tidak

tampak manusia lain,

kecuali hanya Allah

yang berkehendak.

Setiap Kejadian

adalah maksud Allah

terhadap Hamba ini.

Dan inilah yang

dibahayakan karena

apabila tidak ada

Guru yang Mursyid

yang berpedoman pada

Al Quran dan Hadits

maka hamba ini akan

keluar dari semua

aturan yang telah

ditetapkan Allah

untuk manusia. Karena

hamba ini akan

gampang terpengaruh

syaitan, semakin

tinggi tingkat

keimanannya maka

semakin tinggi juga

Syaitan

menjerumuskannya.

 

” Hamamayu Hayuning

Bawana ”

 

Prinsip ini berarti

memakmurkan bumi . Ini

mirip dengan pesan

utama Islam, yaitu

rahmatan lil ‘alamin.

Seseorang dianggap

muslim salah satunya

apabila dia bisa

memberikan manfaat

bagi lingkungannya,

bukannya menciptakan

kerusakan di muka

bumi.

 

” Kontroversi ”

 

Kontroversi yang

lebih hebat muncul

mengenai hal-ihwal

kematian Syekh Siti

Jenar. Ajarannya yang

amat kontroversial

itu telah membuat

gelisah para pejabat

Kesultanan Demak. Di

sisi kekuasaan,

Kesultanan Demak

khawatir ajaran ini

akan berujung pada

pemberontakan

mengingat salah satu

murid Syekh Siti

Jenar, Ki Ageng

Pengging atau Ki

Kebokenanga, adalah

keturunan elite

Majapahit , sama

seperti Raden Patah,

dan mengakibatkan

konflik di antara

keduanya.

Dari sisi agama

Islam, Walisongo yang

menopang kekuasaan

Kesultanan Demak

khawatir ajaran ini

akan terus berkembang

sehingga menyebarkan

kesesatan di kalangan

umat. Kegelisahan ini

membuat mereka

merencanakan suatu

tindakan bagi Syekh

Siti Jenar untuk

segera datang

menghadap ke

Kesultanan Demak.

Pengiriman utusan

Syekh Dumbo dan

Pangeran Bayat

ternyata tidak cukup

untuk membuat Siti

Jenar memenuhi

panggilan untuk

datang menghadap ke

Kesultanan Demak

hingga konon akhirnya

para Walisongo

sendirilah yang

akhirnya datang ke

Desa Krendhasawa di

mana perguruan Syekh

Siti Jenar

berada.

Para wali dan pihak

kerajaan sepakat

untuk menjatuhkan

hukuman mati bagi

Syekh Siti Jenar

dengan tuduhan telah

membangkang kepada

raja . Maka,

berangkatlah lima

wali yang diusulkan

oleh Syekh Maulana

Maghribi ke Desa

Krendhasawa. Kelima

wali itu adalah Sunan

Bonang, Sunan

Kalijaga , Pangeran

Modang, Sunan Kudus,

dan Sunan Geseng.

Sesampainya di sana,

terjadi perdebatan

dan adu ilmu antara

kelima wali tersebut

dengan Syekh Siti

Jenar. Menurut Syekh

Siti Jenar, kelima

wali tersebut tidak

usah repot-repot

ingin membunuhnya

karena ia bisa

meminum tirta marta

(air kehidupan)

sendiri. Ia dapat

menuju kehidupan yang

hakiki jika memang ia

dan budinya

menghendaki.

Tidak lama kemudian,

terbujurlah jenazah

Syekh Siti Jenar di

hadapan kelima wali.

Ketika hal ini

diketahui oleh murid-

muridnya, serentak

keempat muridnya yang

pandai, yaitu Ki

Bisono, Ki Donoboyo,

Ki Chantulo, dan Ki

Pringgoboyo ikut

mengakhiri

“kematian”-nya

dengan cara yang

misterius seperti

yang dilakukan oleh

gurunya di hadapan

para wali.

Kisah pasca kematian

Terdapat kisah yang

menyebutkan bahwa

ketika jenazah Syekh

Siti Jenar

disemayamkan di

Masjid Demak ,

menjelang salat Isya ,

semerbak bunga dan

cahaya memancar dari

jenazahnya. Jenazah

Syekh Siti Jenar

sendiri selanjutnya

dimakamkan di bawah

Masjid Demak oleh

para wali. Pendapat

lain mengatakan, ia

dimakamkan di Masjid

Mantingan , Jepara,

dengan nama

lain.

Setelah tersiar kabar

kematian Syekh Siti

Jenar, banyak

muridnya yang

mengikuti jejak

gurunya untuk menuju

kehidupan yang hakiki, antara lain

Kiai Lonthang dari Semarang , Ki Kebo Kenanga, dan Ki Ageng Tingkir.

 

demikian sekelumit cerita tentang syeh siti jenar…anda boleh menilai apakah ajaran yg dibawanya sesat atau tidak…jika sesat,sesatnya dimana?

 

library : tasawuf jawa, wikipedia

dipropagandakan oleh
para ulama pada masa
itu, mirip dengan
konsep Al-Hallaj
(tokoh sufi Islam
yang dihukum mati
pada awal sejarah
perkembangan Islam,
kira-kira pada abad
ke-9 Masehi) tentang
hulul yang berkaitan
dengan kesamaan sifat
Tuhan dan manusia.
Dimana seharusnya
pemahaman ketauhidan
melewati empat tahap,
yaitu:
Syariat, dengan
menjalankan hukum-
hukum agama seperti
salat, zakat, dan
lain-lain,
Tarekat, dengan
melakukan amalan-
amalan seperti wirid,
zikir dalam waktu dan
hitungan tertentu,
Hakekat, di mana
hakikat dari manusia
dan kesejatian hidup
akan ditemukan, dan
Makrifat,
kecintaan kepada
Allah dengan makna
seluas-luasnya.
Bukan berarti bahwa
setelah memasuki
tahapan-tahapan
tersebut, maka
tahapan di bawahnya
ditiadakan.
Pemahaman inilah yang
kurang bisa
dimengerti oleh para
ulama pada masa itu
tentang ilmu tasawuf
yang disampaikan oleh
Syekh Siti Jenar.
Ilmu yang baru bisa
dipahami ratusan
tahun setelah
wafatnya Syekh Siti
Jenar. Para ulama
mengkhawatirkan
adanya
kesalahpahaman dalam
menerima ajaran yang
disampaikan oleh
Syekh Siti Jenar
kepada masyarakat
awam di mana pada
masa itu, ajaran
Islam yang harus
disampaikan
seharusnya masih pada
tingkatan syariat,
sedangkan ajaran
Syekh Siti Jenar
telah jauh memasuki
tahap hakekat, bahkan
makrifat kepada
Allah. Oleh karena
itu, ajaran yang
disampaikan oleh
Syekh Siti Jenar
hanya dapat dibendung
dengan label sesat.
Dalam pupuhnya, Syekh
Siti Jenar merasa
malu apabila harus
memperdebatkan
masalah agama.
Alasannya sederhana,
yaitu dalam agama apa
pun, setiap
pemeluknya
sebenarnya menyembah
zat Yang Maha Kuasa ,
hanya saja masing-
masing menyembah
dengan menyebut nama
yang berbeda dan
menjalankan ajaran
dengan cara yang
belum tentu sama.
Oleh karena itu,
masing-masing
pemeluk agama tidak
perlu saling berdebat
untuk mendapat
pengakuan bahwa agama
yang dianutnya adalah
yang paling benar.
Syekh Siti Jenar juga
mengajarkan agar
seseorang dapat lebih
mengutamakan prinsip
ikhlas dalam
menjalankan ibadah.
Orang yang beribadah
dengan mengharapkan
surga atau pahala
berarti belum bisa
disebut ikhlas.

“Manunggaling Kawula
Gusti”

Dalam ajarannya ini,
pendukungnya
berpendapat bahwa
Syekh Siti Jenar
tidak pernah menyebut
dirinya sebagai
Tuhan . Arti dari
Manunggaling Kawula
Gusti dianggap bukan
bercampurnya Tuhan
dengan makhluk-Nya,
melainkan bahwa Sang
Pencipta adalah
tempat kembali semua
makhluk dan dengan
kembali kepada
Tuhannya, manusia
telah bersatu dengan
Tuhannya.
Dalam ajarannya pula,
Manunggaling Kawula
Gusti bermakna bahwa
di dalam diri manusia
terdapat roh yang
berasal dari roh
Tuhan sesuai dengan
ayat Al-Quran yang
menerangkan tentang
penciptaan manusia:
“ Ketika
Tuhanmu
berfirman
kepada
malaikat:
“Sesungguhnya
Aku akan
menciptakan
manusia dari
tanah. Maka
Dengan demikian ruh
manusia akan menyatu
dengan ruh Tuhan
dikala penyembahan
terhadap Tuhan
terjadi. Perbedaan
penafsiran ayat Al-
Qur’an dari para
murid Syekh Siti
inilah yang
menimbulkan polemik
bahwa di dalam tubuh
manusia bersemayam
ruh Tuhan, yaitu
polemik paham
Manunggaling Kawula
Gusti.
Pengertian Zadhab
Dalam kondisi manusia
modern seperti saat
ini, sering ditemui
manusia yang
mengalami zadhab atau
kegilaan berlebihan
terhadap Allah.
Mereka belajar
tentang bagaimana
Allah bekerja
sehingga ketika
keinginannya sudah
lebur terhadap
kehendak Allah, maka
yang ada dalam
pikirannya hanyalah
Allah. Di
sekelilingnya tidak
tampak manusia lain,
kecuali hanya Allah
yang berkehendak.
Setiap Kejadian
adalah maksud Allah
terhadap Hamba ini.
Dan inilah yang
dibahayakan karena
apabila tidak ada
Guru yang Mursyid
yang berpedoman pada
Al Quran dan Hadits
maka hamba ini akan
keluar dari semua
aturan yang telah
ditetapkan Allah
untuk manusia. Karena
hamba ini akan
gampang terpengaruh
syaitan, semakin
tinggi tingkat
keimanannya maka
semakin tinggi juga
Syaitan
menjerumuskannya.

” Hamamayu Hayuning
Bawana ”

Prinsip ini berarti
memakmurkan bumi . Ini
mirip dengan pesan
utama Islam, yaitu
rahmatan lil ‘alamin.
Seseorang dianggap
muslim salah satunya
apabila dia bisa
memberikan manfaat
bagi lingkungannya,
bukannya menciptakan
kerusakan di muka
bumi.

” Kontroversi ”

Kontroversi yang
lebih hebat muncul
mengenai hal-ihwal
kematian Syekh Siti
Jenar. Ajarannya yang
amat kontroversial
itu telah membuat
gelisah para pejabat
Kesultanan Demak. Di
sisi kekuasaan,
Kesultanan Demak
khawatir ajaran ini
akan berujung pada
pemberontakan
mengingat salah satu
murid Syekh Siti
Jenar, Ki Ageng
Pengging atau Ki
Kebokenanga, adalah
keturunan elite
Majapahit , sama
seperti Raden Patah,
dan mengakibatkan
konflik di antara
keduanya.
Dari sisi agama
Islam, Walisongo yang
menopang kekuasaan
Kesultanan Demak
khawatir ajaran ini
akan terus berkembang
sehingga menyebarkan
kesesatan di kalangan
umat. Kegelisahan ini
membuat mereka
merencanakan suatu
tindakan bagi Syekh
Siti Jenar untuk
segera datang
menghadap ke
Kesultanan Demak.
Pengiriman utusan
Syekh Dumbo dan
Pangeran Bayat
ternyata tidak cukup
untuk membuat Siti
Jenar memenuhi
panggilan untuk
datang menghadap ke
Kesultanan Demak
hingga konon akhirnya
para Walisongo
sendirilah yang
akhirnya datang ke
Desa Krendhasawa di
mana perguruan Syekh
Siti Jenar
berada.
Para wali dan pihak
kerajaan sepakat
untuk menjatuhkan
hukuman mati bagi
Syekh Siti Jenar
dengan tuduhan telah
membangkang kepada
raja . Maka,
berangkatlah lima
wali yang diusulkan
oleh Syekh Maulana
Maghribi ke Desa
Krendhasawa. Kelima
wali itu adalah Sunan
Bonang, Sunan
Kalijaga , Pangeran
Modang, Sunan Kudus,
dan Sunan Geseng.
Sesampainya di sana,
terjadi perdebatan
dan adu ilmu antara
kelima wali tersebut
dengan Syekh Siti
Jenar. Menurut Syekh
Siti Jenar, kelima
wali tersebut tidak
usah repot-repot
ingin membunuhnya
karena ia bisa
meminum tirta marta
(air kehidupan)
sendiri. Ia dapat
menuju kehidupan yang
hakiki jika memang ia
dan budinya
menghendaki.
Tidak lama kemudian,
terbujurlah jenazah
Syekh Siti Jenar di
hadapan kelima wali.
Ketika hal ini
diketahui oleh murid-
muridnya, serentak
keempat muridnya yang
pandai, yaitu Ki
Bisono, Ki Donoboyo,
Ki Chantulo, dan Ki
Pringgoboyo ikut
mengakhiri
“kematian”-nya
dengan cara yang
misterius seperti
yang dilakukan oleh
gurunya di hadapan
para wali.
Kisah pasca kematian
Terdapat kisah yang
menyebutkan bahwa
ketika jenazah Syekh
Siti Jenar
disemayamkan di
Masjid Demak ,
menjelang salat Isya ,
semerbak bunga dan
cahaya memancar dari
jenazahnya. Jenazah
Syekh Siti Jenar
sendiri selanjutnya
dimakamkan di bawah
Masjid Demak oleh
para wali. Pendapat
lain mengatakan, ia
dimakamkan di Masjid
Mantingan , Jepara,
dengan nama
lain.
Setelah tersiar kabar
kematian Syekh Siti
Jenar, banyak
muridnya yang
mengikuti jejak
gurunya untuk menuju
kehidupan yang hakiki, antara lain
Kiai Lonthang dari Semarang , Ki Kebo Kenanga, dan Ki Ageng Tingkir.

demikian sekelumit cerita tentang syeh siti jenar…anda boleh menilai apakah ajaran yg dibawanya sesat atau tidak…jika sesat,sesatnya dimana?

library : tasawuf jawa, wikipedia

Rahasia dibalik Pengunduran diri Paus Benediktus IX

RAHASIA DIBALIK
PENGUNDURAN DIRI
PAUS BENEDIKTUS KE-
IX

February 16, 2013 · by aan · in
Berita Populer
Seorang peneliti Saudi
mengungkapkan dalam
perbandingan agama, kristenisasi
dan urusan Vatikan, Direktur
Essam.
Alasan sebenarnya Paus Vatikan
yang mengumumkan niatnya untuk
mengundurkan diri, yang
mengguncang komunitas Katolik di
seluruh dunia, sebagai Paus
pertama kali yg mengundurkan diri
sejak 6 abad yang lalu.
Melalui akun nya di twitter
mengungkapkan apa yg tersingkap
dari faktor faktor sebenarnya,
pengunduran diri Paus Benediktus
yg ke 16 ini disiarkan pertama
kalinya. Dia mengatakan, penyebab
utama penguduran diri Paus adalah
setelah terjadinya kekacauan dari
kalangan gereja Vatikan, terhadap
Injil Lama yg di dalamnya terdapat
Nama Rasul Muhammad Shalallahu
‘alaihi wassallam, yang sampai saat
ini masih berada di Vatikan.
Terdapat 3 orang dalam Vatikan itu
yg menyembunyikan kesilamannya.
Dan Paus selalu berusaha mencari
tahu mereka. Dan salah satu
diantara mereka adalah
penanggung jawab pembuatan
surat pernyataan pengampunan
dosa (dalam agama Khatolik). Dan
ada salah satu yang mengumumkan
keislamannya. Akibatnya dampak
dari diumumkannya keislaman dia.
Dia pindah ke Afrika Selatan dan
tinggal di sana. Di negaranya
Ahmad Deedat. Syaikh Ahmad
Deedat lah yg menjadi sebab
keislamannya.
Beliau menegaskan dalam akun
twitter nya bahwa sebenarnya
pengunduran diri Paus Benediktus
IX bukanlah karena sakit. Karena
sebelumnya Paus Yohanes II
usianya lebih tua dan penyakitnya
lebih parah, namun ia tidak
mengundurkan diri dari keuskupan
gereja Vatikan. Ini adalah
argumentasi untuk menghadapi
media.
Dan dia juga telah menentang
Vatikan yg telah mendustai kabar
keislaman 35 uskup dan pendeta
dari pembesar pembesar Vatikan.
Kebanyakan mereka
menyembunyikan kesilamannya
karena kekhawatiran terhadap
keselamatan hidupnya, sebagian
kecil juga ada yg mengundurkan
diri. Dan Paus memilih untuk diam
selama 6 tahun. Vatikan sampai
saat ini masih belum memiliki
kekuatan untuk membantah kabar
keislaman 35 uskup tadi. Maka
Paus Benediktus IX pun
mengundurkan diri.
Dia juga menambahkan Paus juga
berusaha untuk menutupi
keislaman mereka dengan
melakukan hujatan terhadap islam
dan hinaan kartun Nabi
Muhammad secara terang terangan
pada tahun 2006. Namun usahanya
justru menjadikan senjata untuk
dirinya sendiri yang berujung pada
pengunduran dirinya.
Dia mengisyaratkan bahwa
dokumen dokumen Vatikan yg
menyelidiki surat pernyataan itu
tidak seorang pun mengetahuinya
sampai saat ini ditangan siapa surat
itu berada. Akan tetapi seorang
pengamat mengatakan bahwa Paus
menghilangkannya bersamaan
dengan keluar dari kantor tugasnya
segera.
Dia jg menegaskan terdapat arsip
arsip pemberhentian Paus dan
penangkapan nya di beberapa
negara yg dikunjunginya karena
keterlibatannya dalam menutup-
nutupi kekerasan dan skandal
seksual.
Dan peneliti ini menutup dengan
memotivasi para da’i dan ulama
untuk melakukan kegiatan dakwah
dengan istiqomah untuk
mendakwahi orang orang khatolik
dari pengkultusan terhadap Paus
dan uskup dibawahnya menuju
penyembahan kepada Allah
Subhanahu Wata’ala.

Tuhan itu esa, satu, tdk ada yg lain selain Allah.

Laa illaha illallah.

library : kisah islami.com

posted by : http://masshar2000@facebook.com

Beda Jin, Setan, Iblis

Inilah Beda Jin, Setan, &
Iblis.

image

ALAM jin adalah alam yang
berdiri sendiri, ia terpisah
dan berbeda dengan alam
manusia namun keduanya hidup
dalam dunia yang sama, kadang
tinggal dalam rumah yang
dibangun atau di diami
manusia. Keduanya pun
mempunyai kesamaan yakni
berkewajiban untuk beribadah
kepada Allah: “Tidaklah aku
ciptakan jin dan manusia
kecuali hanyalah untuk
beribadah kepadaKu” (QS. Adz-
Dzariyat 51:56).
Menurut Ibnu Aqil sebagaimana
dikutip asy-Syibli dalam
bukunya Akam al-Marjan fi
Ahkam al- Jann, mengatakan
bahwa makhluk ini disebut
dengan jin karena secara
bahasa jin artinya yang
tersembunyi, terhalang,
tertutup. Disebut jin, karena
makhluk ini terhalang (tidak
dapat dilihat) dengan kasat
mata manusia. Oleh karena itu,
bayi yang masih berada di dalam
perut ibu, disebut janin (kata
janin dan jin memiliki kata
dasar yang sama yakni jann)
karena ia tidak dapat dilihat
dengan mata. Demikian juga
orang gila dalam bahasa Arab
disebut dengan majnun (dari
kata jann juga) karena akal
sehatnya sudah tertutup dan
terhalang.
Sedangkan kata syaithan, dalam
bahasa Arab berasal dari kata
syathona yang berarti ba’uda
(jauh, yakni yang selalu
menjauhkan manusia dari
kebenaran). Kemudian kata
syaithan ini digunakan untuk
setiap mahluk berakal yang
durhaka dan membangkang (kullu
‘aat wa mutamarrid). Pada
awalnya istilah setan
(syaitan) ini diberikan kepada
salah satu golongan jin
(Iblis) yang beribadah kepada
Allah dan tinggal bersama
dengan malaikat di dalam
surga. Akan tetapi ketika
mereka menolak untuk sujud
kepada Adam karena membangkang
kepada perintah Allah, maka
diusirnya dari surga dan sejak
itu ia menjadi makhluk yang
terkutuk sampai hari kiamat
kelak.
Tidak semua jin adalah Setan
(syaitan). Karena, jin juga
ada yang shaleh, ada yang
mukmin. Jadi setan hanyalah
ditujukkan untuk jin yang
membangkang (kafir, munafik,
musyrik dst). Demikian juga
tidak semua setan adalah jin.
Karena dalam surat an-Nas
ditegaskan, bahwa setan juga
ada dari golongan manusia.
Setiap manusia yang
membangkang, durhaka dan
selalu menjauhkan manusia
lainnya dari petunjuk Allah,
mereka dinamakan syaithan.
Dan sesungguhnya di antara
kami ada orang-orang yang
shaleh dan di antara kami ada
(pula) yang tidak demikian
halnya. Adalah kami menempuh
jalan yang berbeda-beda.(al-
Jin 72:11)
Dilihat dari struktur kalimat,
atau dalam tinjauan kaidah
sharfiyah, setan (syaitan)
merupakan bentuk kalimat isim
‘alam (nama sesuatu) dia
adalah laqab (gelar) yang
diberikan Allah kepada setiap
mahluk yang berakal (jin dan
manusia) yang membangkang
terhadap perintah Allah. Oleh
karenanya penyebutan syaitan
(setan) dapat dikenakan kepada
jin dan manusia sebagaimana
tersurat dalam ayat-ayat
diatas.
Merujuk kepada kisah Adam dan
Iblis dari ayat 12-20 surat
al-‘Araf, gelar setan
diberikan Allah untuk pertama
kalinya kepada Iblis tatkala
dia menyatakan alasan
penolakan untuk sujud kepada
Adam. Dan pada surat Thaha
20:117 , Allah memberi
peringatan kepada Adam bahwa
mahluk yang terkutuk itu akan
menjadi musuh Adam dan
Istrinya. Dan pada surat Yasin
36:60 , Allah menegaskan
kembali gelar setan diberikan
kepada musuh Adam tersebut dan
dijadikan peringatan bagi anak
cucu Adam. Berikut runtut
ayat-ayat dimaksud yang
artinya;
1. Allah berfirman: “Apakah
yang menghalangimu untuk
bersujud (kepada Adam) di
waktu Aku menyuruhmu?”
Menjawab iblis: “Saya lebih
baik daripadanya: Engkau
ciptakan saya dari api sedang
dia Engkau ciptakan dari
tanah”. Allah berfirman:
“Turunlah kamu dari surga itu;
karena kamu tidak sepatutnya
menyombongkan diri di
dalamnya, maka ke luarlah,
sesungguhnya kamu termasuk
orang-orang yang hina”. Iblis
menjawab: “Beri tangguhlah
saya sampai waktu mereka
dibangkitkan”. Allah
berfirman: “Sesungguhnya kamu
termasuk mereka yang diberi
tangguh.” Iblis menjawab:
“Karena Engkau telah menghukum
saya tersesat, saya benar-
benar akan (menghalang-
halangi) mereka dari jalan
Engkau yang lurus, kemudian
saya akan mendatangi mereka
dari muka dan dari belakang
mereka, dari kanan dan dari
kiri mereka. Dan Engkau tidak
akan mendapati kebanyakan
mereka bersyukur (taat). Allah
berfirman: “Keluarlah kamu
dari surga itu sebagai orang
terhina lagi terusir.
Sesungguhnya barang siapa di
antara mereka mengikuti kamu,
benar-benar Aku akan mengisi
neraka Jahanam dengan kamu
semuanya”. (Dan Allah
berfirman): “Hai Adam
bertempat tinggallah kamu dan
istrimu di surga serta
makanlah olehmu berdua (buah-
buahan) di mana saja yang kamu
sukai, dan janganlah kamu
berdua mendekati pohon ini,
lalu menjadilah kamu berdua
termasuk orang-orang yang
dzalim”. Maka syaitan
membisikkan pikiran jahat
kepada keduanya untuk
menampakkan kepada keduanya
apa yang tertutup dari mereka
yaitu auratnya dan syaitan
berkata: “Tuhan kamu tidak
melarangmu dari mendekati
pohon ini, melainkan supaya
kamu berdua tidak menjadi
malaikat atau tidak menjadi
orang yang kekal (dalam
surga)”. (Al-‘Araf 7:12-20)
2. Maka kami berkata: “Hai
Adam, sesungguhnya ini (iblis)
adalah musuh bagimu dan bagi
istrimu, maka sekali-kali
janganlah sampai ia
mengeluarkan kamu berdua dari
surga, yang menyebabkan kamu
menjadi celaka.(Thaha 20:117)
3. Bukankah Aku telah
memerintahkan kepadamu hai
Bani Adam supaya kamu tidak
menyembah syaitan?
Sesungguhnya syaitan itu
adalah musuh yang nyata bagi
kamu”, (Yasin 36: 60)
Adapun Iblis terambil dari
kata al-balas yang berarti
orang yang tidak mempunyai
kebaikan sedikitpun (man la
khaira ‘indah), atau terambil
dari kata ablasa yang berarti
putus asa dan bingung (yaisa wa
tahayyara). Disebut iblis
(putus asa) karena mereka
merasa putus asa dengan rahmat
Allah, juga disebut iblis
lantaran mereka tidak pernah
berbuat kebaikan sedikitpun.
Menurut satu riwayat,
dahulunya iblis ini bernama
Naail, akan tetapi sejak ia
membangkang dan menolak
perintah Allah untuk sujud
kepada Nabi Adam, ia dirubah
nama menjadi syaithan.

Dalam benak kita pastilah perwujudan setan adl bertubuh merah,krn tercipta dari api,menakutkan,dan bertanduk serta membawa tongkat atau senjata…

image

Dan ada beberapa club sepakbola yg menggunakan simbol atau logo setan, salah satunya club chelsea dari inggris.

image

Tapi ada juga klub bola yg berjuluk setan merah yaitu Manchester United..menggunakan simbol setam juga.

image

Nah diindonesia ada juga yg kumpulan supporter yg berjuluk setan merah,karena kostum atau jersey klup Persis solo..walaupun tanpa simbol setan, tapi kumpulan suporter ini bangga kalau dijuluki Setan Merah Manahan Solo, yg tidak lain adl Pasoepati 1923…hehe salam Saetama bro…loyalitas tanpa batas..

image

Hehehe…artikelnya campur aduk ya..setelah serius religius, ujung2nya becanda..xixixi…gila lo ndroo…

posted by : http://masshar2000@facebook.com