Arsip Tag: syarat haji

Jihadnya Perempuan , Ya Haji Mabrur

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Jihad Fisabilillah atau berjuang di jalan Allah SWT merupakan perkara yang wajib dilakukan.
Jihad walaupun bisa dilakukan dengan berbagai macam cara menurut hadist , tapi oleh sebagian besar orang , jihad identik dengan perang atau mengangkat senjata atau membantu dengan harta jika tidak mampu kemedan perang.
Ada pepatah mengatakan ” Hidup mulia atau mati syahid “.

Mati syahid atau gugur sebagai syuhada adalah dambaan setiap muslim yang benar-benar cinta dengan agamanya saat maju ke medan laga, karena inilah golongan utama yang akan masuk surga.
Seorang muslim memang harus rela mengorbankan harta dan nyawanya dalam membela kebenaran. Ia harus berani dan kuat dalam memberantas ketidak adilan di muka bumi ini. Hanya saja, biasanya orang yang berjihad di medan pertempuran dilakukan oleh kaum lelaki. Lalu, bagaimana dengan perempuan?

Tidak berjihad, bukan berarti menutup peluang bagi perempuan untuk memperoleh kedudukan tinggi di hadapan Allah SWT. Ia juga bisa melakukan jalan jihad yang lain selain berperang.
Apakah itu?

Baca lebih lanjut

Ini Syarat-Syarat Berhaji

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Tidak terasa musim haji telah datang , ratusan ribu jamaah asal Indonesia dipastikan akan memadati tanah suci dan bergabung dengan jutaan jamaah dari seluruh penjuru dunia .

Ya, ibadah haji merupakan kewajiban bagi orang yang mampu untuk pergi ke Baitullah. Kewajiban ini berlaku hanya sekali dalam seumur hidup. Tetapi, jika kita masih mampu untuk melaksanakannya, maka boleh saja kita berhaji lagi. Hanya saja, tidak bisa setiap tahun. Melainkan, harus ada jarak sekira lima tahun setelah keberangkatan haji pertama.

Dalam melakukan ibadah yang satu ini, tak semua orang bisa melakukannya, meski ia bisa dikatakan mampu untuk pergi ke Baitullah.
Mengapa?
Karena dalam melaksanakan haji, ada syarat-syarat yang wajib untuk dipenuhi. Apa sajakah syarat-syarat itu, berikut penjelasannya ,

Baca lebih lanjut

DI BAWAH NAUNGAN KA’BAH

Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

M2000 – Kalau ada pertanyaan ” siapa umat muslim yang tidak mau berhaji ? “…tentu jawabannya adalah tidak ada, karena pasti semua umat muslim pasti berharap agar bisa berangkat ke tanah suci guna menunaikan rukun islam yang kelima ini, naik haji..memenuhi panggilan Allah.

Namun perlu kita ketahui, bahwa salah satu syarat diwajibkannya ibadah haji adalah mampu.
Mampu disini bukan hanya secara finansial saja, tetapi juga mampu dalam artian lain, baik mampu
secara fisik, maupun memenuhi

image

keperluan perjalanan.
Mampu secara finansial, artinya
mampu membayar biaya perjalanan dan biaya keluarga yang ditinggalkan.
Mampu secara fisik, artinya tidak sakit parah dan mampu duduk di
kendaraan untuk melewati perjalanan jauh.

Kemampuan perjalanan artinya mampu untuk memenuhi persyaratan perjalanan haji, seperti keperluan transportasi dan imigrasi serta kondisi perjalanan yang aman.
Mampu secara financial
artinya memiliki biaya tersebut dari dirinya sendiri ( bukan pemberian orang lain ).
Karena orang yang belum memiliki harta tersebut dari dirinya sendiri belum diwajibkan haji.
Bahkan sekalipun kalau ada orang yang memberinya uang agar berangkat haji dia tidak wajib menerimanya karena itu bukan kemampuan dari dirinya sendiri.

Namun orang yang memaksakan dirinya agar bisa berangkat haji, padahal ia belum wajib dengan tanpa menimbulkan madharat atau kerugian kepada dirinya atau orang lain, maka sah hajinya dan
mendapatkan pahala. Ini mencerminkan kemauannya yang keras dalam memenuhi perintah Allah.
Seseorang yang bisa mendapatkan pinjaman untuk membayar biaya haji, termasuk
orang yang mampu, namun kemampuannya tidak sempurna. Ia belum wajib haji namun bila ia
berangkat haji dengan uang pinjaman tersebut, maka sah hajinya dan menggugurkan kewajibannya.

Namun perlu kita ingat, bahwa ibadah haji itu bukan sekedar masalah ‘biaya’ atau karena kuota
haji semata, melainkan masalah panggilan dan undangan dari Allah SWT.
Dan panggilan itu sedikit banyaknya dipengaruhi oleh keinginan kuat kita untuk mengunjungi “rumah” Allah tersebut.

ﺍَﻟْﺤُﺠَّﺎﺝُ ﻭَﺍﻟْﻌُﻤَّﺎﺭُ ﻭَﻓْﺪُ ﺍﻟﻠﻪِ ﻳُﻌْﻄِﻴْﻬِﻢْ ﻣَﺎ ﺳَـﺄَﻟُﻮﺍ، ﻭَﻳَﺴْﺘَـﺠِﻴـْﺐُ
ﻟَﻬُـﻢْ ﻣَﺎ ﺩَﻋَﻮْﺍ، ﻭَﻳُﺨْﻠِﻒُ ﻋَﻠَﻴْـﻬِﻢْ ﻣَﺎ ﺃَﻧْﻔَﻘُﻮﺍ، ﺍَﻟﺪِّﺭْﻫَﻢَ ﺃَﻟْﻒَ
ﺃَﻟْﻒٍ. ﴿ﺭﻭﺍﻩ ﺍﻟﺒـﻴﻬﻘﻰ﴾
“Orang-orang yang mengerjakan ibadah haji dan ‘umrah adalah tamu-tamu Allah, Allah memberi
kepada mereka apa yang mereka minta, dan Dia mengabulkan semua do’a mereka; kemudian Dia
akan mengganti semua harta yang mereka belanjakan untuknya, satu dirham menjadi sejuta dirham.” [HR. Baihaqi]

Banyak contoh, orang yang secara
materi ataupun secara fisik dianggap tidak mampu untuk beribadah haji, tetapi karena
memang sudah ada “panggilan”, mereka mampu melaksanakannya.
Begitu juga dengan sebaliknya, saat banyak diantara umat islam yang telah mampu secara materi, bahkan telah jauh-jauh hari mendaftarkan dirinya untuk berangkat ke tanah suci, namun
Allah berkehendak lain, Allah belum ingin mengundang mereka untuk mendatangi rumah-Nya. Dan memang terbukti, banyak sekali yang gagal berangkat lantaran hanya masalah sepele
dengan surat-surat keberangkatan atau lain sebagainya.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan:
Allah tidak memanggil atau mengundang siapa saja yang mampu , tetapi Allah akan
memampukan siapa saja yang dipanggil atau diundang-Nya”

Tentu anda semua tahu, bahwa jalan menuju ke baitullah bukan hanya dengan terjualnya tanah atau rumah anda , sehingga ada istilah di masyarakat di cap sebagai haji mansur ( halaman digusur).

Selanjutnya ,kadang ada keinginan bahkan kekhawatiran anda ,karena belum mampu untuk meng’haji’kan orang tua adalah
salah satu tanda bahwa anda sedang berprasangka buruk kepada Allah.
Hal yang demikian tidak dibenarkan dalam islam.
Seperti yang saya tuliskan diatas, bahwa meskipun sekiranya anda mampu dan memiliki harta yang cukup untuk memberangkatkan seluruh keluarga anda, namun
jika Allah tidak berkehendak, Allah belum mengundang, apakah anda tetap mampu berangkat haji ?
Namun sebaliknya, disaat semua hal sudah tidak mungkin terjadi, tetapi jika Allah berkehendak,
maka hal itu mudah bagi-Nya.

Saat ini yang perlu anda lakukan adalah tetap berbakti kepada orang tua anda, ingat kwajiban anak adalah berbakti kepada orang tua, biarpun sudah menikah sekalipun, khusus untuk yang laki-laki , tetap yang utama berbakti kepada ibunya…hal ini pernah saya tulis di artikel terdahulu,bagi yang ingin tahu tentang kwajiban anak laki-laki kepada orang tua, silahkan di klik artikel kwajiban seorang anak.

Dan perlu dicatat adalah bahwa ukuran anak sholeh bukanlah anak yang mampu menghajikan orang tuanya saja…tetapi masih banyak cara-cara lain yang bisa kita lakukan untuk membahagiakan
mereka.
Dan meskipun ajal telah mendahuluinya sebelum keinginan anda tercapai, anda masih
bisa menghajikan mereka dan menghadiahkan pahala haji tersebut kepada mereka.
Tetap selalu ikhlas dan husnudzon (berbaik sangka) dengan semua ketetapan dari-Nya.
Niscaya Allah akan membukakan pintu-pintu jalan keluar setiap permasalahan.

Wassallamu’allaikum…

Library : solusi islam

_______________________________________________
* beritanya sih sama, penyampaiannya yang bikin beda *
motto : di udara kita saudara – di darat kita sahabat
_______________________________________________