PERHATIKAN TEKANAN BAN MOTOR ANDA


Assallamu’allaikum mass n’ miss sadayana.

image

Hi..brooo…yuk kita mulai kebiasaan baik kita, maksute memperhatikan hal-hal kecil dari tunggangan kita sehari-hari…si jaran wesi.
Siapapun kamu , baik yg sudah punya mobil, pasti dalam hati kecil tetap menganggap si jaran wesi ini sebagai temen setia, atau malah istri kedua..gimana enggak lha wong hujan aja mau kog di ajak jalan-jalan…
Nah mass bro,  jangan pernah menganggap sepele dalam urusan merawat tekanan ban motor massbro. Dampak terburuk yang bisa
disebabkan dari kelalaian ini bisa sangat mengancam keselamatan biker ketika berkendara. Padahal hanya butuh waktu beberapa menit saja untuk sekedar melakukan pengecekan rutin terhadap tekanan ban motor yang akan ditunggangi.
Berkendara pada saat kekurangan tekanan angin ban sangat tidak dianjurkan. Sebaiknya langsung cepat dibawa ke bengkel ban atau SPBU terdekat untuk segera ditambah tekanan anginnya, tambal ban jika memang harus. Karena berkendara pada saat kekurangan tekanan angin ban bisa membuat ban pecah terutama pada saat siang hari, karena faktor cuaca yang panas.
Selain itu tekanan angin yang kurang akan
menyebabkan ban akan habis tidak merata di bagian sisinya. Sementara tekanan angin yang melampaui batas normal juga tidak dianjurkan. Banyak yang beranggapan bahwa tekanan angin ban berlebihan akan
membuat motor enteng untuk melaju, tetapi berbahaya saat memasuki tikungan akibat dari ban yang tidak semua permukaan menyentuh aspal. Selain itu, ban akan cepat habis di bagian tengah.
Caranya gimana masshar ???

Dengan kondisi muatan banyak, malah tekanan angin di ban kudu keras.Tapi,
jangan asal keras, harus sesuai rekomendasi pabrikan ban.
Mencarinya gampang. Lihat saja tulisan yang ada di sidewall atau dinding ban! Misal, di ban tertulis Max Load 375 LBS AT 32 P.S.I. Cold. Itu artinya, ban tersebut mampu menahan berat maksimal sampai 375 Lbs atau sekitar 170 kg ( 1Lbs = + 450 gr ) pada tekanan angin 32 psi dengan kondisi ban dingin (tidak dipakai)…kalau bingung ya pakai cara manual saja dengan menekan-nekan ban sesuai kebutuhan.

Sekedar informasi saja, masshar masih inget dua tahun lalu, saat temen kantor kecelakaan gara-gara ban.
Ceritanya begini:
Waktu itu temen saya pulang kerja, sebelum pulang sebenarnya ban sudah kempes, mungkin bocor alus, nah karena merasa cukup hanya sekedar diisi angin, maka diisilah angin, dan merasa bahwa angin cukup untuk sekedar nyampai rumah yg berjarak sekitar 10 km, tapi yg namanya takdir tidak bisa ditolak massbro, kira-kira baru jalan 4 km, ternyata angin habis  , mungkin karena ngebut supaya cepat nyampai rumah, akhirnya motor oleng dan temen saya langsung terlempar dan menghantam aspal ( mungkin trotoar )..naas massbro, kejadian begitu cepat , darah mengucur begitu banyak, dan akhirnya nyawa melayang sebelum sempat mendapat pertolongan yg memadai…sedih, miris massbro…beliau meninggalkan sang istri yg baru mengandung .
Memang faktor dari manusia atau human error seringkali menyebabkan kecelakaan yg pasti tidak kita harapkan.

Lalu kapan saat yang paling disarankan untuk melakukan pemeriksaan tekanan angin ? Waktu yang paling tepat adalah di saat ban sudah menjadi dingin, baiknya periksa tekanan ban hal ini dilakukan di pagi
hari di saat kendaraan sudah berhenti tidak dipakai semalam ( pas mau berangkat kerja misalnya ).minimal kita tekan-tekan atau kita naikin motor terus di tekan-tekan tuh motor, gak susah kan ???

Untuk ban yang masih baru diwajibkan untuk mengecek tekanan angin ban secara rutin setiap hari, sebelum ban mencapai jarak tempuh 3000 km atau sekitar satu bulan , mana yg dicapai terlebih dahulu ( nyontek buku panduan  service berkala ).
Hal ini disebabkan karena ban yang masih baru cenderung memuai dan bertambah volumenya. Sehingga tekanan angin pada ban pastinya akan menurun. Untuk itulah
rajinlah melakukan pengecekkan tekanan angin ban baru.
Luangkan juga waktu untuk memeriksa
terhadap kebocoran udara dari pentil ( pentil ki basa indonesiane opo yo ?? ).
Jika hal ini terjadi maka gantilah piranti kecil yang berada di dalam pentil yang berguna untuk memasukkan udara saat di pompa dan menutup saluran bila angin di dalam ban mau keluar ( mbuh jenenge opo kuwi ). Jika rusak, maka akan terjadi kebocoran dalam pentil. Cara pemeriksaan kondisi adalah dengan memberikan air pada pentil, jika timbul busa pada air tersebut , berarti telah rusak. Dan hal terakhir yang sering pengemudi tidak perhatikan adalah tidak adanya tutup pentil. Jangan sampai ban sepeda motor tidak memiliki tutup pentil alias telanjang ( idihhh, bahasanya nyerempet- nyrempet nih masshar ).
Enggak lah mass bro, massbro aja yg piktor, hehehe…
O ya…ukuran ban juga diperhitungkan lho ya…inget..jangan sekali-kali menggunakan ban yg bukan ukurannya…ban cacing apalagi…
Untuk ban tubeless ,jika pingin di gedein, baiknya naik satu ukuran dari standart pabrikan.
Pertimbangkanlah untuk menggunakan Nitrogen ( ini lebih baik )..Selain nitrogen bersifat dingin, nitrogen terbukti lebih awet untuk penggunaan ban jangka panjang.
Lebih baik lagi, jika kantong massbro sedikit tebal , pakailah ban tubeles.Saat ini pengisian menggunakan Nitrogen sudah sangat umum dijumpai di berbagai tempat. Meskipun harganya cukup mahal ( di solo raya sekitar Rp.6000-7000 )namun itu sebanding dengan kualitas yang akan kita dapatkan yakni tekanan angin ban yang
berumur lebih panjang.

image

Ocre…massbro….setelah baca artikel ini, mudah-mudahan massbro jadi lebih tahu dan selalu mengedepankan unsur safety.

Safety be first massbro…

————————————-
Jika berkenan memberikan komentar, komentarlah dengan bijak, dan berikanlah masukan atau kritikan yang membangun.

Powered by : m2000_production